...Penduduk negeri ini yang bergabung menjadi mahasiswa pascasarjana kurang dari 0,5 persen

Malang (ANTARA) - Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Widodo menyatakan bahwa mahasiswa yang menempuh pendidikan pascasarjana (magister dan doktoral) di tanah air baru mencapai sekitar 0,5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.

"Penduduk negeri ini yang bergabung menjadi mahasiswa pascasarjana kurang dari 0,5 persen," kata Prof Widodo di sela membuka Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (Ordik) Pascasarjana UB di Gedung Samantha Krida kampus setempat di Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Dari anak bangsa yang berkesempatan menjadi kelompok elite akademik (intelektual) ini, lanjutnya, diharapkan mampu mengembangkan ilmu, bahkan membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat dengan inovasi yang akan dilakukan selama belajar di pascasarjana.

Prof Widodo menekankan peran mereka sebagai kelompok elite bangsa untuk mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan inovasi, serta turut menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Menyinggung beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana tersebut, Prof Widodo mengatakan UB memberikan perhatian serius terhadap akses pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa pascasarjana, termasuk dari berbagai lembaga dan instansi.

Beasiswa tersebut antara lain berasal dari pemerintah daerah (Pemda), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), instansi masing-masing mahasiswa, Bappenas, BRIN, dan UB sendiri.

"UB lumayan banyak memberikan beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana, karena kami melihat mereka adalah tulang punggung untuk kegiatan riset dan inovasi, bahkan kami juga menyiapkan dukungan terhadap kegiatan penelitian mahasiswa pascasarjana.

Ia mengatakan mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam riset yang dilakukan para dosen dan guru besar UB.

Pendanaan riset dosen tersebut, katanya, juga dapat mendukung penelitian mahasiswa, sehingga mereka sebisa mungkin tidak menanggung biaya penelitian secara pribadi.

Menurut Prof Widodo, salah satu yang menjadi pembeda dalam pendidikan pascasarjana di UB adalah dukungan terhadap kegiatan riset dan inovasi. Dukungan tersebut mencakup beragam pilihan beasiswa, fasilitas penelitian, pendanaan riset, serta dukungan pengembangan inovasi.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UB, Prof Dr Moh Khusaini mengatakan total mahasiswa S2 dan S3 yang diterima pada tahun akademik 2026/2027, sekitar 2.195 mahasiswa, dengan rincian 1.446 mahasiswa S2 dan 749 mahasiswa S3, yang tersebar pada seluruh program studi pascasarjana, baik yang berada di fakultas maupun Sekolah Pascasarjana UB.

Berdasarkan periode akademik, sebanyak 582 mahasiswa berasal dari semester genap Tahun Akademik 2025/2026, sedangkan 1.613 mahasiswa merupakan mahasiswa pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Ia mengatakan jumlah mahasiswa pascasarjana tersebut menjadi bagian dari komitmen UB untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia. "Kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di tanah air," ujarnya.

Dengan jumlah mahasiswa pascasarjana yang mencapai hampir 2.000 orang setiap tahun, katanya, UB turut mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menyiapkan SDM unggul dan memiliki daya saing global dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.