Tak Terkejut Coventry Tumbang, Frank Lampard Fokus Pengalaman dari Arsenal
Muhammad Nursina Rasyidin August 22, 2026 02:12 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kompetisi Liga Inggris 2026/2027 resmi dibuka dengan pertandingan antara Arsenal dan Coventry City, Sabtu (22/8/2026) dini hari di Emirates Stadium.

Arsenal, selaku juara bertahan Liga Inggris, mampu mengalahkan Coventry, juara Championship musim lalu, dengan skor telak 3-0.

Meski tema pertandingan bisa dikatakan mempertemukan sesama tim juara musim lalu, tetap ada jurang yang dalam antara Arsenal dan Coventry.

Penguatan komposisi skuad yang dilakukan Arsenal membuat mereka semakin kuat untuk menghadapi berbagai lawan mengadang.

Ditambah lagi mereka sudah cukup lama bersama secara skuad di era pelatih Mikel Arteta.

Sedangkan Coventry baru sejak November 2024 membangun diri bersama Frank Lampard.

Untuk itu, Lampard tak mau mematok hasil akhir sebagai tolok ukur capaian tim arahannya.

Sebaliknya, ia ingin armadanya fokus mengambil pelajaran berharga lainnya dari Arsenal.

"Anda datang ke sini dan ingin melakukan sesuatu, tetapi itu sangat sulit. Ini adalah pengalaman yang bagus untuk dijalani," kata Lampard dikutip dari BBC.

"Kami membenci kekalahan, tetapi Anda bisa kalah di sini dan masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai apa yang ingin kami capai musim ini, jadi kami akan mengambil pelajaran dari pertandingan ini," sambungnya.

Baca juga: Arteta Girang Arsenal Menang Telak dari Coventry, Christos Tzolis Curi Perhatian Publik Emirates

Tampil di ajang sekelas Premier League memang membutuhkan adaptasi besar bagi tim Championship.

Perbedaan tempo dan kualitas permainan menjadi hal paling bisa terlihat di atas lapangan.

Sayangnya bagi Coventry, mereka sudah cukup lama tak merasakan itu.

Penampilan di Premier League musim ini menjadi yang pertama kali bagi mereka selama 25 tahun terakhir.

Pasalnya kali terakhir mereka tampil di kasta tertinggi sepak bola Inggris terjadi pada 2000/2001.

Hasil imbang melawan Bradford City di ujung musim 00/01 membuat mereka dipastikan terdegradasi.

Hal tersebut juga mengakhiri pencapaian Coventry City yang selalu bisa tampil di kancah Premier League atau kasta tertinggi selama 34 tahun.

Kembalinya mereka ke kasta tertinggi membuat Coventry menjadi tim pemilik jeda terpanjang antara pertandingan oleh sebuah tim dalam sejarah Premier League, yaitu 25 tahun lamanya.

Pasukan Lampard harus segera fokus dan mempertahankan diri dengan sekuat tenaga.

Mereka tak perlu harus berprestasi tinggi di musim perdananya di Premier League.

Coventry harus bisa mempertahankan diri dahulu di kasta tertinggi untuk membentuk identitas baru setelah lama berkutat di Championship.

Untuk alasan itu juga Frank Lampard tetap optimis dengan pasukannya.

"Ini memang sulit. Leeds United datang ke sini pada awal musim lalu dan kalah 0-5, tetapi mereka tetap bertahan di Premier League," ucap Lampard.

"Saya tidak akan membuat penilaian terlalu dini. Kami harus beradaptasi terlebih dahulu," paparnya.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.