Respons Gus Yahya soal Isu Adanya Intervensi Istana di Muktamar NU
Lisna Ali August 22, 2026 03:25 PM

TRIBUNPALU.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, memberikan tanggapan terkait isu menjelang perhelatan Muktamar ke-35 NU.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya tersebut merespons rumor yang menyebut adanya intervensi atau restu dari pihak Istana dalam forum tertinggi organisasi keagamaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa spekulasi yang mengklaim adanya perintah dari Istana hanyalah isu yang dihembuskan oleh pihak tertentu.

Menurutnya, klaim sepihak semacam itu sengaja dipakai sebagai manuver kampanye untuk menakut-nakuti para peserta Muktamar.

Gus Yahya membantah tuduhan tersebut dan meyakini bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam urusan internal PBNU.

Ia menegaskan bahwa pihak Istana maupun pemerintah akan senantiasa menjaga netralitas serta menghormati independensi organisasi warga Nahdliyin.

"Ya, saya kira itu karena ada orang yang mengklaim. Mungkin kampanye lah, tapi dengan mengklaim 'ini perintah Istana' dan sebagainya. Saya sama sekali tidak percaya, enggak mungkin Istana begitu. Klaim saja untuk menakut-nakuti orang," ujar Gus Yahya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Gugur Saat Salurkan Bantuan Gempa, Sosok Ahmad Zaki Dikenal Dermawan Pernah Bantu Guru Honorer

Langkah dan dinamika pemilihan di dalam Muktamar dipastikan berjalan sesuai dengan aturan dasar serta mekanisme internal NU.

Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Mustasyar PBNU, KH Ma'ruf Amin, yang meyakini pemerintah tidak akan memihak calon mana pun.

Ma'ruf Amin menyebut penyelesaian berbagai dinamika organisasi selama ini selalu diselesaikan secara damai dan internal melalui jalur islah.

"Muktamar ini yang kami dengar, mereka juga tidak akan ikut mendukung satu pihak, tetapi menyerahkan kepada NU," ujar Ma'ruf dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, dikutip dari siaran Youtube Kompas TV, Kamis (20/8/2026).

Persiapan Muktamar NU

Di luar isu intervensi politik tersebut, Gus Yahya memastikan bahwa seluruh persiapan teknis Muktamar telah rampung dan siap dilaksanakan.

Forum permusyawaratan tertinggi NU ini dijadwalkan bakal resmi dibuka pada 27 Agustus dan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang.

"Alhamdulillah, kita sudah siap jalan. Insya Allah nanti dibuka tanggal 27, dan kita laksanakan sampai dengan tanggal 31 Agustus yang akan datang, insya Allah. Mohon doa restu," jelas Gus Yahya.

PBNU mengimbau seluruh elemen masyarakat dan warga Nahdliyin untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang di ruang publik.

Gus Yahya pun memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar perhelatan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Harapannya, Muktamar kali ini dapat melahirkan gagasan serta kepemimpinan yang membawa kemaslahatan besar bagi umat dan bangsa.(*)

(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.