9 Tahun Mangkrak, Pemerintah Abdya Lanjutkan Pembangunan Pasar Modern Tahun ini
Amirullah August 22, 2026 04:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan melanjutkan proyek pembangunan Pasar Modern yang berlokasi di Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie yang mangkrak selama sembilan tahun.

Pembangunan lanjutan pasaran modern itu menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp44 miliar.

Proyek tersebut akan dikerjakan secara tahun jamak mulai 2026 hingga 2027.

Kepala Bidang Cipta Karya, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Azmi Kamal, mengatakan proses tender proyek tersebut kini memasuki tahap klarifikasi/ negosiasi antara perusahaan dan kelompok kerja pemilihan.

“Rencananya akhir Agustus ini perusahaan pemenang sudah menandatangani kontrak,” kata Azmi, Sabtu (22/08/2026).

Ia menyebutkan, sebanyak 14 perusahaan yang mendaftar dalam tender proyek tersebut. Namun, hanya dua perusahaan yang memasukkan penawaran.

Azmi mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan pasar itu rampung 100 persen selesai dalam dua tahun.

Waktu pelaksanaan fisik, katanya, direncanakan selama 16 bulan sejak kontrak ditandatangani.

Baca juga: DPRK Sabang Ingin Wisatawan Tak Hanya ke Iboih, Benteng Batere A Disiapkan Jadi Destinasi Baru

Baca juga: Bansos di Aceh Bisa Ditangguhkan Gara-gara Anggota Keluarga Main Judi Online? Ini Penjelasannya

“Kita berharap pasar modern bisa selesai 100 persen selama dua tahun ini. Ini sesuai dengan kesepakatan atau MoU antara pemerintah dan DPRK,” ujarnya.

Menurut Azmi, struktur bangunan lama yang tersisa masih dapat digunakan. Keputusan itu merujuk pada hasil uji struktur yang dilakukan tim ahli Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Sejumlah bagian bangunan akan diperbaiki, termasuk tiang yang besinya diduga hilang akibat pencurian. 

“Tiang itu nantinya dipotong sekitar 60 sentimeter di bagian atas agar bisa disambungkan kembali dengan besi,” kata Azmi.

Pasar Modern tersebut, sebut Azmi, nantinya dirancang menampung penjualan ikan dan daging, sayur serta buah, rempah-rempah, dan sembako. 

"Sejumlah fasilitas pendukung juga akan dibangun di Pasar Modern," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan pasar tersebut pertama kali ditandai dengan peletakan batu pertama pada 14 Maret 2016 oleh Bupati Abdya saat itu, Jufri Hasanuddin. 

Proyek yang semula ditargetkan selesai dalam dua tahun itu kemudian berhenti pada 2017 dan terbengkalai hingga sembilan tahun.

“Sekarang pemerintah berupaya melanjutkan pembangunan yang tertunda agar pasar ini benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Azmi.

Secara terpisah koordinator Komunitas Bisnis Andalan Rakyat (KOBAR) Abdya, Elizar Lizam, mendukung penuh kelanjutan proyek tersebut. 

Menurutnya, Kota Blangpidie membutuhkan pasar yang representatif seiring pertumbuhan kota dan mahalnya biaya sewa toko.

Ia juga mengusulkan agar lantai atas bangunan dapat dimanfaatkan sebagai aula pertemuan yang representatif. 

“Kami dari KOBAR sangat mendukung kelanjutan pembangunan pasar modern ini, karena pada akhirnya harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” pungkas Elizar Lizam. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.