Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Tewas dan 130 Luka, Zelenskyy Murka!
Sri Juliati August 22, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.641 pada Sabtu (22/8/2026).

Pertempuran masih terjadi di sejumlah titik garis depan, sementara jalur diplomasi Moskow dan Kyiv belum menghasilkan kesepakatan damai.

Komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Terbaru, serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan itu dan bersumpah akan memberikan balasan.

Uni Eropa juga mengecam serangan tersebut dan mengisyaratkan sanksi lebih luas terhadap Rusia.

Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukannya memasuki wilayah Ukraina.

Konflik tersebut merupakan kelanjutan dari perang yang pecah pada 2014 setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan pertempuran terjadi di Donbas.

Lebih dari empat tahun setelah invasi skala penuh, Moskow dan Kyiv masih belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Ukraina Serang Dua Kilang Minyak Rusia, Antrean BBM Mengular hingga 1 Kilometer di Moskow

Sejumlah persoalan utama masih menjadi ganjalan dalam perundingan, termasuk wilayah yang dikuasai Rusia, jaminan keamanan bagi Ukraina, serta keberlanjutan dukungan militer dari negara-negara Barat.

Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.641:

Zelenskyy Bersumpah Balas Rusia, Serangan Mal Tewaskan 16 Orang

Setidaknya 16 orang tewas dan lebih dari 130 lainnya terluka setelah serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, Ukraina tengah.

Zelenskyy mengecam serangan tersebut sebagai tindakan “sinis dan tercela”.

Dalam unggahan video di media sosial pada Jumat (21/8/2026) malam, Zelenskyy bersumpah akan membalas serangan yang terjadi di kota kelahirannya itu.

“Kekejaman Rusia yang mutlak. Mereka hanyalah monster. Kami pasti akan membalas,” kata Zelenskyy, dikutip dari The Guardian.

Ia juga menyerukan dukungan internasional untuk melindungi warga Ukraina dari serangan Rusia.

“Penting bagi kita untuk memiliki segala sesuatu untuk melindungi kehidupan. Penting agar dunia tidak tetap diam tentang semua ini,” ujarnya.

“Harus ada akhir dari perang Rusia ini – dan kita membutuhkan dunia untuk membantu kita mewujudkannya,” lanjut Zelenskyy.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas turut mengecam serangan tersebut.

Kallas menyebut serangan itu sebagai “teror yang direncanakan”.

Ia juga mengancam akan mendorong “daftar sanksi Rusia yang paling luas sejak awal perang”.

Baca juga: Rusia: Serangan Besar di Kyiv Targetkan Pabrik Drone dan Rudal Ukraina

Serangan lain di wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan, juga menewaskan empat orang, termasuk tiga anak di bawah umur.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vygivsky mengonfirmasi korban dalam serangan tersebut.

Serangan Rusia Tewaskan Warga di Kyiv dan Zaporizhzhia

Serangan Rusia kembali menewaskan warga Ukraina pada Sabtu pagi.

Sedikitnya dua orang tewas dalam serangkaian serangan di sejumlah wilayah Ukraina, menurut pihak berwenang setempat.

Administrasi militer Kota Kyiv melaporkan kebakaran terjadi di sebuah gudang di distrik Darnytskyi.

Kebakaran tersebut terjadi setelah Kyiv mengeluarkan peringatan mengenai ancaman rudal balistik.

Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka berdasarkan laporan awal.

Di Zaporizhzhia, sebuah drone Rusia menewaskan seorang pria dan melukai empat orang lainnya.

Kepala administrasi militer regional Ivan Fedorov menyampaikan informasi tersebut.

Sekutu Ukraina Kumpul di Kyiv, Siapkan Respons untuk Rusia

Negara-negara sekutu Ukraina akan bertemu di Kyiv pada Senin untuk kembali menegaskan dukungan kepada Ukraina dalam menghadapi Rusia.

Pertemuan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina.

Forum yang disebut Koalisi Sukarelawan itu akan dipimpin bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sekitar 10 pemimpin negara dan pejabat Eropa dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Hantam 12 Lokasi di Ibu Kota Ukraina, Tewaskan 12 Orang, 33 Lainnya Terluka

Kepala Dewan Eropa, António Costa termasuk dalam daftar peserta, menurut seorang pejabat Uni Eropa.

Zelenskyy sebelumnya mendesak sekutu Ukraina memberikan respons lebih kuat setelah serangan Rusia terhadap pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih.

“Dunia harus menanggapi mereka dengan sewajarnya – dengan tekanan nyata pada agresor,” kata Zelenskyy.

“Agar perdamaian dapat terwujud, Rusia harus menghadapi pertanggungjawaban yang nyata,” lanjutnya.

Jerman Kejar Tersangka Bunker Senjata yang Diduga Terkait Rusia

Jerman berupaya mengekstradisi seorang tersangka dari Rumania terkait penemuan tempat penyimpanan senjata bawah tanah di sebuah hutan dekat Berlin.

Temuan tersebut dilaporkan media Jerman berkaitan dengan dugaan aktivitas intelijen Rusia.

Dua pekan sebelumnya, otoritas Jerman juga menemukan sebuah drone yang membawa bahan peledak di Bandara Leipzig.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengonfirmasi jaksa federal telah membuka penyelidikan terkait tempat penyimpanan senjata tersebut.

Penyelidikan dilakukan atas dugaan persiapan tindakan kekerasan serius yang dapat mengancam keamanan nasional.

“Kasus ini menunjukkan bahwa kita beroperasi di bawah tingkat ancaman yang tinggi,” kata Dobrindt kepada wartawan.

Ukraina Sanksi Masha and the Bear, Disebut Propaganda Rusia

Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap serial kartun anak-anak Rusia Masha and the Bear dan para produsennya.

Menteri Kebudayaan Ukraina mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari proses menuju pelarangan serial tersebut di Ukraina.

Pemerintah Ukraina menilai kartun tersebut dapat digunakan sebagai alat “propaganda” Rusia.

Masha and the Bear mengisahkan seorang anak perempuan bernama Masha dan seekor beruang sirkus yang telah pensiun.

Baca juga: 10 Pangkalan Drone Rusia Disebut Bisa Jadi Ancaman Jangka Panjang Bagi NATO Pasca-Perang Ukraina

Serial tersebut telah ditonton puluhan miliar kali di YouTube dan ditayangkan di sekitar 100 negara.

Namun, serial itu mendapat kritik di Ukraina dan sejumlah negara sekutu Ukraina, termasuk Inggris dan Estonia.

Kritik tersebut berkaitan dengan anggapan bahwa serial tersebut menggambarkan Rusia secara positif.

Kremlin menolak tuduhan tersebut dan mengejek klaim bahwa kartun tersebut digunakan sebagai alat propaganda.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.