Berburu Kuliner di Kota Tua Festival 2026, Ada Warkop Legend Sejak 1992 hingga Kopi Grade 1
Rahmadi August 22, 2026 04:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kota Tua Festival 2026 kembali digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman budaya, hiburan, kuliner, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Kota Tua Festival merupakan perayaan yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara yang memadukan unsur budaya dan hiburan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Kota Tua Padang.

Festival yang berlangsung pada 15 hingga 23 Agustus 2026 ini digelar oleh Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.

Beragam penampilan budaya multi etnis menjadi bagian dari rangkaian festival. Selain itu, masyarakat juga dapat menyaksikan pertunjukan barongsai, menikmati kuliner, hingga mengunjungi berbagai tenant yang menjual produk seperti pakaian dan perhiasan.

Festival tahun ini juga menjadi semakin semarak dengan digelarnya Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar. Kejuaraan tersebut diikuti peserta dari tujuh negara sehingga tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga menghadirkan pengunjung dari luar negeri.

Suasana kawasan festival pun terlihat ramai sejak berbagai kegiatan berlangsung. Pengunjung datang dengan beragam tujuan, mulai dari menyaksikan pertunjukan, menikmati kuliner, berbelanja hingga sekadar duduk dan menikmati suasana Kota Tua.

Baca juga: Siswa SMPN 2 Padang Panen Medali Karate dan Silat, 10 Siswa Sabet Banyak Gelar Kejuaraan

Kuliner Jadi Salah Satu Daya Tarik Festival

Selain rangkaian pertunjukan budaya, kuliner menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol dalam Kota Tua Festival 2026.

Sebanyak 37 tenant kuliner ikut meramaikan kegiatan tersebut. Berbagai jenis makanan dan minuman tersedia bagi pengunjung. Tenant-tenant tersebut menawarkan pilihan kuliner dengan harga yang beragam sehingga pengunjung dapat memilih sesuai selera.

Area kuliner juga menjadi salah satu titik yang cukup ramai didatangi masyarakat. Banyak di antaranya memilih langsung menyantap makanan di lokasi sambil menikmati berbagai pertunjukan yang berlangsung.

Pemandangan pengunjung yang makan sambil menyaksikan atraksi barongsai menjadi salah satu suasana yang terlihat selama festival. Sebagian pengunjung bahkan tetap merekam pertunjukan menggunakan ponsel sambil menikmati makanan yang mereka beli.

Kondisi tersebut membuat area kuliner tidak sekadar menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli. Area tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati rangkaian festival.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Pasaman Barat Tembus Rp 3.942 per Kg, Cek Daftar Pabriknya

Festival yang berlangsung pada 15 hingga 23 Agustus 2
KOTA TUA FESTIVAL - Pemandangan di acara Kota Tua Festival 2026 digelar di Kota Padang. Festival yang berlangsung pada 15 hingga 23 Agustus 2026 ini digelar oleh Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.

Warkop Eng Kuliner Legend Dari tahun 1992

Salah satu tenant yang ikut meramaikan Kota Tua Festival adalah Warkop Eng milik Buk Eng. Warkop Eng bukan usaha baru. Usaha tersebut telah berdiri sejak 1992 dan hingga kini masih mempertahankan bumbu yang dibuat sendiri.

Buk Eng mengatakan, bumbu yang digunakan untuk makanan di Warkop Eng tidak mengalami perubahan sejak awal usaha berdiri. Resep yang dipertahankan selama puluhan tahun tersebut menjadi salah satu bagian yang tetap dijaga Warkop Eng di tengah perkembangan usaha kuliner.

"Kalau bumbunya saya buat sendiri. Dari dulu tidak berubah," ujar Buk Eng.

Salah satu menu yang menjadi best seller di Warkop Eng adalah kwetiau. Makanan tersebut menjadi pilihan yang banyak dicari pelanggan. Harga makanan yang ditawarkan Warkop Eng juga berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Saat ini, Warkop Eng memiliki dua outlet di Kota Padang. Masing-masing berada di Jalan Niaga Nomor 219 dan Jalan Pasar Mudik Nomor 17A.

Baca juga: Asah Kreativitas dan Literasi Digital, Telkomsel Hadirkan Liga Sang Juara di Sijunjung

Kota Tua Festival bukan kali pertama bagi Warkop Eng untuk ikut serta. Buk Eng mengatakan, tahun ini merupakan kali ketiga Warkop Eng mengikuti festival.

Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi Warkop Eng untuk kembali membawa makanan yang selama ini dijual di outlet mereka ke tengah keramaian festival.

Dari sisi pendapatan, Buk Eng mengatakan hasil yang diperoleh pada festival tahun ini masih hampir sama dengan festival yang diikuti sebelumnya.

"Pendapatan dari festival tahun lalu dan tahun ini bisa dikatakan masih kejar-kejaran, tidak jauh berbeda," ujarnya.

Meski begitu, dari sisi suasana, tenant Warkop Eng terlihat mendapatkan perhatian pengunjung. Antrean pelanggan tampak memenuhi area depan tenant. Pengunjung datang untuk memesan makanan dan mengambil nomor antrean sebelum mendapatkan pesanan mereka.

Salah seorang pengunjung bernama Difa bahkan rela menunggu setelah mendapatkan nomor antrean 8 untuk memesan mie.

Baca juga: Rp700 Miliar untuk Benahi Air Bersih di Padang, Alirkan 500 Liter per Detik

Ia mengatakan, salah satu hal yang membuatnya tertarik adalah menu kwetiaw. Menu tersebut mempunyai topping yang komplit, dilengkapi dengan udang, otak-otak dan sayuran.

Tidak hanya topping, porsi yang diberikan juga menjadi alasan Difa rela menunggu. "porsi nya banyak jadi bisa untuk dua orang, topping nya juga ga pelit,"

Dari sisi rasa, Difa menyebut rasa asin dan manis cukup menonjol. Menurut Difa, tambahan cabai justru membuat rasa mie menjadi lebih enak.

Meski harus menunggu karena antrean cukup panjang, Difa mengatakan waktu tunggu tersebut tidak terlalu terasa.

"Walaupun antrean nomor 8, tidak terlalu terasa lama," ujarnya

E'LQY Kopi Grade 1 Dengan Harga Terjangkau

Selain makanan, pilihan minuman juga menjadi bagian dari 37 tenant kuliner yang hadir dalam festival. Salah satunya adalah E'LQY yang dikelola Michael dan Veni.

Berbeda dengan Warkop Eng yang telah berdiri sejak 1992, E'LQY merupakan usaha yang relatif baru. Michael dan Veni mulai menjalankan usaha tersebut pada 2024. E'LQY juga masih dijalankan sebagai usaha rumahan. Lokasinya berada di Jalan Nipah Nomor 11, Kota Padang, dekat Neila Cake.

Baca juga: 20 Jembatan Rusak di Padang Pariaman, Anduriang Masuk Daftar yang Mendesak

Dalam menjalankan usahanya, E'LQY menawarkan kopi yang menggunakan biji kopi grade 1. Harga minuman yang dijual berada di kisaran Rp16 ribu hingga Rp20 ribu-an.

Kota Tua Festival 2026 menjadi pengalaman pertama bagi Michael dan Veni untuk mengikuti festival. Bagi mereka, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan untuk membawa usaha rumahan mereka bertemu langsung dengan pengunjung dalam suasana yang lebih ramai.

"Ini pertama kali ikut festival, usaha ini usaha rumahan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung lainnya, Sherly, datang mencoba E'LQY setelah mengetahui usaha tersebut melalui media sosial. Ia mengaku mengetahui E'LQY dari salah satu story di media sosial yang membahas kualitas biji kopi yang digunakan.

Informasi tersebut kemudian membuatnya tertarik untuk mencoba langsung kopi E'LQY. Setelah mencicipi minuman tersebut, Sherly menilai rasa yang diberikan sesuai dengan seleranya.

Menurutnya, tingkat kemanisan kopi terasa pas. Sementara rasa pahit yang menjadi karakter kopi tetap terasa tetapi masih seimbang.

Ia juga menilai harga yang ditawarkan E'LQY masih berada pada kisaran standar.

"Penjualnya ramah. Manisnya pas, kopi pahitnya balance. Harganya terjangkau," kata Sherly.

Baca juga: Jembatan Anduriang Padang Pariaman Mendesak Dibangun, Anggaran Rp47 Miliar Disiapkan Pemerintah

Kuliner dan Pertunjukan Budaya Berjalan Bersamaan

Salah satu hal yang membuat suasana Kota Tua Festival berbeda adalah aktivitas kuliner yang berlangsung bersamaan dengan berbagai pertunjukan.

Pengunjung tidak harus memilih antara menikmati makanan atau menonton atraksi. Mereka dapat membeli makanan, mencari tempat untuk duduk, kemudian menikmati santapan sambil menyaksikan pertunjukan yang berlangsung di sekitar kawasan festival.

Hal tersebut terlihat ketika atraksi barongsai digelar. Sejumlah pengunjung tetap berada di area kuliner sambil menyaksikan gerakan barongsai. Sebagian lainnya mengeluarkan ponsel untuk merekam pertunjukan.

Ada pula pengunjung yang datang bersama teman atau keluarga dan menjadikan festival sebagai tempat untuk makan sekaligus menikmati hiburan.

Kehadiran pengunjung dari luar negeri juga menambah keberagaman suasana festival. Mereka turut menikmati pertunjukan dan berbagai pilihan kuliner yang tersedia.

Dengan konsep tersebut, Kota Tua Festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan pelaku usaha.

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Arti Lirik Lagu Minang Samo Samo Dek Caciang - Puspa Indah feat. Ridho Zulma

Acara Kedepannya di Penutupan Kota Tua Festival

Rangkaian Kota Tua Festival 2026 akan berakhir pada 23 Agustus 2026. Pada hari terakhir, kegiatan akan dimulai sejak pagi dengan Kota Tua Run & Fun Walk sekitar pukul 06.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penutup yang mengajak masyarakat untuk beraktivitas bersama di kawasan Kota Tua.

Sementara pada malam harinya, rangkaian penutupan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Pertunjukan barongsai HTT akan kembali ditampilkan dalam acara penutupan. Selain itu, Sanggar Bundo Kanduang akan menghadirkan penampilan tari.

Acara ini juga menghadirkan penyanyi Indonesia Putri Ayu Silaen serta Blitz Dance untuk memeriahkan malam penutupan. Setelah seluruh rangkaian tersebut, Kota Tua Festival 2026 akan ditutup.

Selama sembilan hari pelaksanaan, festival ini mempertemukan berbagai unsur mulai dari budaya, hiburan, kuliner, pelaku usaha hingga masyarakat dari berbagai daerah dan negara. Kota Tua Festival menjadi pilihan untuk menikmati kuliner sambil menyaksikan keberagaman budaya dan pertunjukan di kawasan Kota Tua Padang. (mg/Aprilius Muthya Salwahita)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.