Kalah Duel 1 Lawan 1 Berujung Bentrok Perguruan Silat di Tulungagung, 1 Motor Ludes Dibakar
Ndaru Wijayanto August 22, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Perselisihan antaranggota dua perguruan pencak silat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berujung bentrokan massa hingga pembakaran sepeda motor.

Bentrok terjadi di utara lapangan voli Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam kejadian tersebut, seorang remaja berinisial GIM (17), warga Kecamatan Rejotangan, mengalami luka pada bagian siku dan dada kanan akibat terkena senjata tajam.

Selain itu, sepeda motor Honda Vario AG 2863 RFZ milik FIFH (18), warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, dibakar massa.

Bentrok tersebut diduga merupakan buntut dari duel satu lawan satu yang sebelumnya dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan antaranggota perguruan pencak silat.

Pihak yang kalah dalam duel tersebut kemudian disebut tidak terima dan membawa massa lebih besar.

“Masalahnya masih ditangani oleh Gugus Tugas Penanganan Konflik Antar Oknum Anggota Perguruan Pencak Silat,” jelas sumber di kepolisian.  

Bermula dari Status WhatsApp

Kasus ini bermula pada awal Agustus 2026 ketika seorang anggota perguruan pencak silat berinisial SFA (19) mengunggah status di WhatsApp yang dianggap menyinggung perguruan lain.

Tanpa ia sadari, tangkapan layat status WA itu diambil pihak lain dan diunggah di media sosial.

Tangkapan layar status itu membuat anggota perguruan lain marah, karena dianggap bernada provokasi.

Baca juga: Rombongan Diduga Pesilat Rusak Motor & Rumah Warga Gudo di Jombang, Ada yang Terluka

Karena status WA itu menyebar, SFA didatangi sekitar 5 orang di rumahnya, di Desa Tegalrejo, salah satu yang diketahui bernama D alias Gds, Kamis (20/8/2026) pukul 19.00 WIB

Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah itu dengan cara duel satu melawan satu, setelahnya masalah dianggap selesai.

Duel pun berlangsung di Lapangan Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan malam itu juga dan dimenangkan  SFA.

Ternyata keesokan harinya, Jumat (21/8/2026) siang, datang massa dari perguruan pencak silat ke Desa Tegalrejo mengajak tanding ulang.

Awalnya kedatangan massa ini tidak digubris hingga menjelang Sabtu (21/8/2026) dini hari.

Massa 150 Orang Berhadapan dengan 30 Orang

Akhirnya massa pendatang dengan jumlah sekitar 150 orang, bentrok dengan massa dari perguruan silat setempat berjumlah sekitar 30 orang.

Kedua kelompok saling lempar batu dan aneka benda tumpul.

Karena kalah jumlah, massa perguruan setempat berusaha mundur.

Namun nahas bagi FIFH, kontak sepeda motor Honda Vario miliknya dibawa teman, sehingga tidak bisa dinyalakan dan dibakar massa.

Sementara GIM mengalami luka karena bentrokan ini.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, membenarkan bentrok antar anggota perguruan pencak silat ini.

Namun masalah ini diselesaikan akan diselesaikan dengan jalan musyawarah lewat Gugus Tugas Penanganan Konflik Antar Oknum Anggota Perguruan Pencak Silat.

“Sekarang dalam proses penyelesaian,” katanya.

Kesepakatan antar perguruan pencak silat di Kabupaten Tulungagung, jika terjadi bentrok maka diupayakan dengan jalan damai.

Terduga pelaku harus memberikan ganti rugi kepada korban.

Jika kesepakatan damai dan ganti rugi ini tidak tercapai, korban boleh membuat laporan kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.