- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya keterlibatan guru SMA dalam kasus pemerasan yang dilakukan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Guru SMA tersebut berperan sebagai pengepul calon mahasiswa baru Unsoed yang akan dijadikan korban pemerasan.
Kabar terkait keterlibatan guru SMA dalam kasus Rektor Unsoed itu diungkap oleh Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Hussein pada Jumat (21/8/2026).
Taufik mengatakan bahwa pihaknya menemukan percakapan WhatsApp antara guru SMA tersebut dengan Kepala Bidang Akademik Unsoed, Eko Sumanto.
Eko Sumanto diketahui juga merupakan anggota panitia penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Eko juga merupakan orang kepercayaan Rektor Unsoed Akhmad Sodik.
Guru SMA tersebut melakukan tawar menawar terkait jumlah kuota hingga jumlah uang yang akan diperas per mahasiswa.
“Nah, ini guru ini yang kemudian ada kami temukan percakapan di WA-nya dengan Saudara ES, yang kemudian ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya, dan juga tawar-menawar terkait per orangnya, per kepalanya itu berapa,” kata Taufik.
Taufik mengatakan, biaya yang ditawarkan dalam percakapan tersebut berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 500 juta untuk setiap calon mahasiswa.
Rektor Unsoed ternyata telah menyiapkan 73 kuota calon mahasiswa yang akan dijadikan sebagai korban pemerasan.
Berdasarkan penyelidikan KPK, terungkap bahwa dari 245 kuota jalur mandiri, sebanyak 73 kursi sengaja disiapkan untuk dijadikan korban pemerasan.
Taufik mengatakan, jumlah itu didapatkan oleh penyidik saat memperoleh barang bukti saat OTT dilakukan.
Meski begitu, KPK masih mendalami asal-usul hitungan penyiapan kuota tersebut.
Praktik jual beli kuota masuk Unsoed itu dilakukan di Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum hingga Fakultas Perikanan.
Wakil Rektor II Unsoed Norman Arie Prayoga bahkan diduga meminta uang Rp 600 juta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran.
Namun mahasiswa tersebut pada akhirnya tetap tidak lulus seleksi sehingga tidak jadi masuk ke Unsoed.
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman