Walhi Lampung Soroti Kebakaran Berulang di Taman Nasional Way Kambas
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 22, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung soroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Hanguskan 673 Hektare Lahan

​Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri menegaskan bahwa peristiwa kebakaran di kawasan konservasi tersebut bukanlah insiden pertama, melainkan fenomena berulang yang terjadi selama bertahun-tahun.

​Menurut Irfan, berulangnya kasus kebakaran ini menunjukkan adanya indikasi kegagalan atau tidak dijalankannya fungsi mitigasi bencana secara optimal oleh Balai TNWK.

​"Kan ini bukan kejadian pertama gitu TNWK kebakaran. Ini kan selama beberapa tahun terus terulang," ujar Irfan saat diwawancarai via telepon whatsapp, Sabtu (22/8/2026).

​Irfan menilai, pola-pola kebakaran yang terus terjadi dari tahun ke tahun mengindikasikan bahwa langkah pencegahan dini hingga mitigasi yang dilakukan oleh pengelola kawasan belum berjalan maksimal.

​"Berarti kan ini memang ada sebuah mitigasi yang tidak dikerjakan oleh Balai Taman Nasional Way Kambas gitu, sehingga pola-pola kebakaran ini terus terulang dan terus terjadi," tegasnya.

Walhi Lampung meminta pihak kementerian terkait untuk tidak sekadar fokus pada pencarian penyebab kebakaran di lapangan. Tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pengelola kawasan.

​Irfan menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan harus mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi kinerjanya.

​"Kemudian selain itu juga, selain dicari penyebab asal-muasal kebakarannya, Kementerian Kehutanan harus melakukan evaluasi juga terhadap Balai Taman Nasional Way Kambas atas hal ini," kata Irfan. 

Pihak TNWK yang harus dilakukan tentu bagaimana upaya pemadaman dilakukan. Kemudian Kementerian Kehutanan juga harus melakukan evaluasi total terhadap Balai TNWK kenapa kebakaran ini terus terjadi dan selalu terulang.

Kawasan hutan TNWK di Lampung Timur dilaporkan kembali dilanda kebakaran hebat sejak Jumat (21/8/2026) hingga Sabtu (22/8/2026).

​Petugas gabungan dilaporkan masih terus berjibaku di lapangan memadamkan kobaran api yang meluas akibat vegetasi yang mengering serta kendala minimnya sumber air di lokasi.

673 Hektare Lahan Hangus Kebakaran

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur sejak Jumat (21/8/2026). Hingga Sabtu (22/8/2026) sore, kobaran api diperkirakan telah melahap ratusan hektare vegetasi semak dan ilalang. 

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, mengungkapkan bahwa luasan lahan yang hangus terbakar mencapai 673,4 hektare.

Menurut dia, personel gabungan dari Polri, TNI, Polhut, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku menembus titik api di areal Resort Kuala Penet dan kawasan Joaran Muklas.

"Petugas di lapangan menghadapi kendala yang cukup berat. Titik api hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan dan sama sekali tidak ada sumber air di lokasi," ujar AKBP Yuliansyah.

Ia menambahkan, hembusan angin kencang serta vegetasi ilalang yang mengering akibat cuaca panas membuat kobaran api cepat merembat dari posisi awal di area Jati 3 menuju Rawa Mbah Sapon. 

"Petugas di lapangan saat ini mengandalkan alat manual seperti tangki semprot dan gepyok kayu sembari menyiapkan mesin pompa air (Alkon) untuk penanganan lanjutan," kata dia.

Pemadaman Menghadapi Kendala

Kebakaran lahan hutan melanda kawasan Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) siang. Tim gabungan berjuang memadamkan kobaran api yang melalap wilayah itu hingga Sabtu (22/8/2026). 

Proses pemadaman menghadapi kendala lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut dengan akses medan yang cukup berat. 

Selain itu, minimnya sumber air yang dekat dengan titik api memaksa petugas berjalan kaki menembus medan ekstrem untuk menjangkau lokasi.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran pada lahan gambut membutuhkan intensitas dan kehati-hatian ekstra agar api tidak menjalar ke bawah permukaan tanah.

"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," ujar Zaidi melalui siaran pers.

Dalam upaya pengendalian kebakaran ini, pihak balai bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Lampung Timur, TNI, POLRI, mitra kerja, serta masyarakat setempat.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, tim terus bersiaga melakukan pemantauan pergerakan titik api agar tidak menyebar ke area yang lebih luas. 

Pihak balai juga akan memperketat pengamanan dan mempertinggi intensitas patroli kawasan, terutama pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Di samping fokus pada penanganan kebakaran, pengamanan terpadu ini sekaligus diarahkan untuk mengantisipasi ancaman kejahatan hutan lainnya, seperti perburuan satwa liar, pembalakan liar, dan perambahan kawasan. 

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan, mempertegas bahwa kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Way Kambas," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Fajar Ihwani Sidiq) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.