Polres Lampung Timur dan TNI Perkuat Sinergi Tangani Karhutla di TNWK
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 22, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur – Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Lampung Timur, Koramil, Polisi Hutan (Polhut), dan petugas Balai TNWK diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan SPTN Wil III Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas.

Baca juga: Kebakaran Lahan Melanda Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur, Pemadaman Alami Kendala

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, menyampaikan bahwa pemadaman melibatkan sedikitnya 10 personel Polsek Braja Selebah, 5 personel Koramil Way Jepara, serta 14 personel Polhut dan MMP.

"Sinergitas di lapangan menjadi kunci utama. Kami bersama jajaran TNI dan Balai TNWK terus berkoordinasi erat memetakan pergerakan api di perbatasan Braja Harjosari dan Braja Yekti," jelas AKBP Yuliansyah, Sabtu (22/8/2026).

"Meski medan yang dihadapi tidak dapat dijangkau kendaraan, jajaran Polres Lampung Timur memastikan pemantauan dan pemadaman akan terus dipacu hingga situasi benar-benar kondusif dan api berhasil dipadamkan total," kata Kapolres. 

673 Hektare Lahan Hangus

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Hingga Sabtu (22/8/2026) sore, kobaran api diperkirakan telah melahap ratusan hektare vegetasi semak dan ilalang. 

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, mengungkapkan bahwa luasan lahan yang hangus terbakar mencapai 673,4 hektare.

Menurut dia, personel gabungan dari Polri, TNI, Polhut, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku menembus titik api di areal Resort Kuala Penet dan kawasan Joaran Muklas.

"Petugas di lapangan menghadapi kendala yang cukup berat. Titik api hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan dan sama sekali tidak ada sumber air di lokasi," ujar AKBP Yuliansyah.

Ia menambahkan, hembusan angin kencang serta vegetasi ilalang yang mengering akibat cuaca panas membuat kobaran api cepat merambat dari posisi awal di area Jati 3 menuju Rawa Mbah Sapon. 

"Petugas di lapangan saat ini mengandalkan alat manual seperti tangki semprot dan gepyok kayu sembari menyiapkan mesin pompa air (Alkon) untuk penanganan lanjutan," kata dia.

Pemadaman Menghadapi Kendala

Kebakaran lahan hutan melanda kawasan Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) siang. Tim gabungan berjuang memadamkan kobaran api yang melalap wilayah itu hingga Sabtu (22/8/2026). 

Proses pemadaman menghadapi kendala lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut dengan akses medan yang cukup berat. 

Selain itu, minimnya sumber air yang dekat dengan titik api memaksa petugas berjalan kaki menembus medan ekstrem untuk menjangkau lokasi.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran pada lahan gambut membutuhkan intensitas dan kehati-hatian ekstra agar api tidak menjalar ke bawah permukaan tanah.

"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," ujar Zaidi melalui siaran pers.

Dalam upaya pengendalian kebakaran ini, pihak balai bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Lampung Timur, TNI, POLRI, mitra kerja, serta masyarakat setempat.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, tim terus bersiaga melakukan pemantauan pergerakan titik api agar tidak menyebar ke area yang lebih luas. 

Pihak balai juga akan memperketat pengamanan dan mempertinggi intensitas patroli kawasan, terutama pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Di samping fokus pada penanganan kebakaran, pengamanan terpadu ini sekaligus diarahkan untuk mengantisipasi ancaman kejahatan hutan lainnya, seperti perburuan satwa liar, pembalakan liar, dan perambahan kawasan. 

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan, mempertegas bahwa kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Way Kambas," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.