Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan Segera Dikendalikan: Dulu Lebih Parah Bisa Ditangani
Azis Husein Hasibuan August 23, 2026 09:57 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto meyakini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dapat segera dikendalikan.

Keyakinan tersebut disampaikan setelah Prabowo meninjau penanganan karhutla dan menerima laporan kondisi terbaru di sejumlah wilayah Kalimantan.

Prabowo mengatakan pemerintah terus menambah kebutuhan penanganan di lapangan, mulai dari helikopter hingga peralatan untuk mendapatkan sumber air.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah titik api baru meluas.

Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya pernah menghadapi karhutla dengan kondisi yang lebih parah dan berhasil mengatasinya.

Karena itu, ia optimistis penanganan karhutla yang terjadi saat ini dapat kembali dikendalikan dalam waktu dekat.

“Jadi saya berharap kita segera bisa kembali kendalikan,” katanya.

Presiden meyakini Karhutla di Kalimantan akan mampu teratasi karena kondisi lebih parah yang terjadi pada tahun sebelumnya mampu ditangani.

“Jadi saya berharap kita segera bisa kembali kendalikan. Dan kalau kita lihat sejarah, tahun-tahun, berapa tahun-tahun yang dulu, sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kita atasi,” katanya.

Presiden mengatakan telah melihat langsung kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan.

Ia juga telah menerima sejumlah laporan mengenai kebutuhan dalam penanganan Karhutla.

“Alhamdulillah ini berjalan terus. semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi. Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah,” katanya.

Presiden mengatakan telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan penanganan secepat dan seoptimal mungkin agar titik api tidak menyebar dan memperburuk kondisi yang terjadi.

“Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api,” ucapnya.

1.487 Titik Panas

Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 19 Agustus 2026, terdapat total 1.487 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kalimantan.

Terdiri dari 767 titik di Kalimantan Tengah, 441 titik di Kalimantan Barat, 315 di Kalimantan Tengah, 34 di Kalimantan Selatan dan 17 di Kalimantan Utara. 

Luas karhutla tercatat mencapai sekitar 202 ribu hektare dalam tujuh bulan pertama 2026.

Dari angka tersebut, sekitar 95 ribu hektare terjadi hanya pada Juli, dengan sekitar 57 persen di antaranya berada di kawasan hutan.

Polri pun mengantongi sejumlah nama terkait insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kalimantan.

Nama-nama dikantongi polisi setelah pihaknya melakukan investigasi terkait karhutla di sejumlah provinsi.

Bukan hannya kerusakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera pun berdasarkan data kementerian Kesehatan mengakibatkan 3.158.166 penduduk terdampak.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.