TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bek veteran PSIS Semarang Fabiano Beltrame siap bersaing dengan pemain muda Mahesa Jenar untuk meraih tempat utama di tim.
Fabiano pun optimistis bisa membawa timnya promosi ke Super League seperti yang telah ditargetkan manajemen.
Kendati persaingan di internal tim bakal sengit, Fabiano menegaskan kesiapannya menjadi mentor bagi pemain lain.
Musim ini, Fabiano menjalani tahun ke 21 berkarier di sepak bola Tanah Air.
Baca juga: Lini Belakang PSIS Semarang Makin Solid setelah Bergabungnya Fabiano Beltrame
Fabiano mengaku senang bergabung dengan PSIS, apalagi ia akan kembali bereuni dengan headcoach Widodo Cahyono Putro.
Keduanya pernah bekerja sama di Persela Lamongan pada tahun 2009 silam.
"Selama beberapa hari latihan di sini, mereka menerima saya dengan baik dan selalu menghormati saya," kata Fabiano, Sabtu (22/8/2026).
"Semakin lama, kami akan semakin kompak."
"Kami akan saling membantu dan memberikan motivasi."
"Saya akan membantu mereka, begitu juga mereka akan membantu saya," ungkapnya.
Bicara soal persaingan dengan tim kontestan lain di Championship 2026/2027, Fabiano menilai, tidak akan berjalan mudah.
Bukan hanya PSIS yang musim ini mendatangkan pemain-pemain berkualitas, tim-tim lain yang punya keinginan naik kasta di Grup Barat melakukan hal serupa.
"Saya pikir, (jalannya kompetisi) liga akan sulit."
"Semen Padang sedang membangun tim yang bagus, begitu juga dengan tim-tim lain."
"Semua punya kualitas, apalagi ketika mereka bermain di kandang," kata dia.
Menurutnya, PSIS tetap harus waspada dan fokus dengan target promosi ke Super League.
"Kami harus tetap waspada dan menghormati semua klub."
"Namun, kami punya target tinggi. Kami harus bermain maksimal, baik saat home maupun away, dan mencari poin sebanyak mungkin," kata dia.
Baca juga: Lengkap Jadwal Pertandingan PSIS Semarang di Pegadaian Championship
Sebelum bergabung dengan PSIS, Fabiano juga beberapa kali memperkuat tim Liga 2 dan berhasil membawanya promosi.
Beberapa tim tersebut yakni Persis Solo dan PSBS Biak.
Musim lalu, ia juga nyaris membawa Barito Putera promosi ke Super League.
Sepanjang kompetisi musim lalu, Barito Putera selalu berada di papan atas.
Sayang, di akhir putaran tiga, posisi Barito Putera terpeleset ke urutan tiga papan klasemen.
Menurut Fabiano, kunci bisa bersaing di papan atas adalah pertahanan kuat dan lini depan yang tajam.
"Kalau pertahanan bagus, itu akan menjadi modal."
"Dari pemain-pemain yang ada di sini, saya yakin kami juga bisa mencetak gol. Itu yang menjadi motivasi kami, baik saat bermain home maupun away."
"Meskipun bermain di kandang lawan tentu sulit, kami harus tetap datang dengan target tinggi, selalu berpikir positif, dan berusaha mendapatkan tiga poin," kata Fabiano. (*)