Grid.ID - Terungkap kronologi dua bocah di Dairi viral ditemukan penuh luka usai diduga dianiaya bibi kandung. Sang ayah diketahui tengah berada di penjara.
Baru-baru ini sebuah video viral di media sosial menunjukkan adanya bocah yang ditemukan dengan tubuh penuh luka. Bocah laki-laki berkaus hitam tersebut diketahui berinisial AGP (7), berasal dari Dairi, Sumatra Selatan.
Dia dan adiknya yaitu AP (6) diketahui menjadi korban kekerasan oleh bibi kandung mereka yaitu RS (52). Kasus ini mencuat usai AGP ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di kawasan Jalan Merdeka, belakang Gedung Nasional Sidikalang atau bekas penjara lama, dan kemudian viral, pada Jumat (21/8/2028).
Saat itu, tubuh AGP dipenuh dengan sejumlah luka dan wajahnya tampak pucat serta korban disebut berada dalam kondisi ketakutan. Petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Dairi yang menerima laporan warga lalu mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kondisi korban sangat memprihatinkan,” ujar petugas UPTD PPA Dairi, Denny Siringoringo, dilansir dari Kompas.com.
Berdasarkan temuan petugas, AGP mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Luka tersebut antara lain terdapat di bagian bibir, lebam pada lengan kiri, luka bernanah di lengan, pembengkakan pada kedua kaki, serta luka gores di pelipis kanan dan kiri.
Kondisi korban tersebut membuat petugas berupaya untuk segera membawanya mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, proses evakuasi disebut sempat mengalami kendala karena seorang perempuan dewasa yang mengaku sebagai keluarga korban berusaha menghalangi petugas yang akan memberikan penanganan.
Petugas kemudian menunjukkan identitas resmi sebelum akhirnya berhasil membawa AGP ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sekaligus menjalani visum et repertum atau VER guna mendokumentasikan kondisi medis dan luka yang dialaminya.
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, AGP yang disebut masih dalam kondisi ketakutan mengungkapkan kepada petugas soal penyebab luka-luka di tubuhnya. Korban menyebut luka itu berasal dari perlakuan kasar sang bibi yang dipanggil "mamak tua".
Petugas lalu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan bahwa adik dari AGP, yaitu AP juga diduga mengalami kekerasan. Dengan demikian, terdapat dua anak yang diduga menjadi korban kekerasan oleh bibi kandung mereka.
Adapun, sebelumnya, AGP dan AP berada dalam pengasuhan keluarga serta dititipkan oleh ibu mereka. Sementara itu, ayah dari kedua anak tersebut diketahui sedang menjalani hukuman di penjara.
Kasus ini kemudian viral dan kini tengah ditangani oleh pihak berwajib yang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian peristiwa serta memastikan bentuk kekerasan yang dialami kedua anak itu. Selain proses hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab, kondisi fisik dan psikologis kedua korban juga menjadi bagian penting dalam penanganan kasus.
Dalam kronologi dua bocah di Dairi viral ini, kasus tersebut menambah angka kekerasan terhadap anak yang selalu jadi sorotan. Melansir dari Tribunnews.com, data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat ada 21.325 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2025.
Diketahui, lebih dari setengahnya yaitu merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Dalam persoalan dua bocah di Dairi ini, Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril mengatakan, terduga pelaku yaitu RS diketahui tega menganiaya keponakannya karena tengah mengalami tekanan hidup.
"Pemeriksaan sementara, RS mengakui selang mengalami tekanan hidup sehingga ketika anak nakal langsung dipukul," kata Syahril.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban dipukul menggunakan gagang sapu hingga gantungan baju. Uang kiriman dari sang ibu yang tidak lancar disebut juga menjadi salah satu penyebab RS menganiaya korban.
"Selain itu, uang kiriman dari ibu korban sendat-sendat," lanjutnya.
RS diketahui kini telah diamankan oleh polisi setelah mereka mendapatkan laporan. Terduga pelaku ini kemudian telah mengakui kesalahannya dan mengatakan dirinya menyayangi kedua keponakannya tersebut.
"Dia akui terlalu keras ke korban. Tapi sebenarnya dia sayang sama korban. Itulah pengakuannya," sebut Syahril.