NPCI DIY Gandeng FIKK UNY Demi Tingkatkan Kompetensi Pelatih Pelatda A dan B
Yoseph Hary W August 23, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pelatih dalam Menyusun Goal Setting dan Self Confidence bagi pelatih Pelatda A dan B NPCI DIY.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat NPCI DIY, Jalan Sorowajan Baru Nomor 367, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Panitia, Prof. Rumpis Agus Sudarko, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian sekaligus upaya meningkatkan kapasitas pelatih olahraga disabilitas di DIY.

Menurutnya, pelatihan diikuti 49 pelatih yang terdiri atas 24 pelatih Pelatda A dan 25 pelatih Pelatda B. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan tujuan program latihan serta penguatan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas sebagai pelatih.

“Walaupun Pekan Paralimpik Nasional itu masih tahun 2028, namun pelatih perlu kiranya diberikan refreshing ataupun bekal kepada teman-teman pelatih, khususnya dalam hal menyusun tujuan program latihan,” ujarnya.

Peningkatan kualitas pembinaan olahraga disabilitas di DIY

Ia berharap kerja sama antara FIKK UNY dan NPCI DIY tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembinaan olahraga disabilitas di DIY.

“Kita sepakat, mudah-mudahan kerja sama ini tidak hanya sampai di kegiatan ini, tetapi juga berlanjut di luar kegiatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum NPCI DIY, Sudartatik, menyampaikan apresiasi kepada FIKK UNY yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. 

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan NPCI DIY menjadi bentuk nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga disabilitas.

“Saat ini NPCI DIY sedang menjalankan agenda pembinaan atlet secara berkelanjutan melalui dua program utama, yaitu Pelatda A dan Pelatda B,” kata Sudartatik.

Ia menjelaskan, Pelatda A diperuntukkan bagi atlet-atlet senior dan elite DIY dengan orientasi utama menghadapi PEPARNAS 2027. Program tersebut telah berjalan sejak Maret dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.

Sementara Pelatda B menjadi wadah pembinaan atlet junior. Program ini antara lain mengakomodasi jebolan Talent Scouting NPC Indonesia serta atlet-atlet unggulan hasil Pelatkab dari kabupaten dan kota se-DIY.

“Program ini dimulai pada bulan Agustus hingga Desember 2026 sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi atlet prestasi DIY,” ujarnya.

Sudartatik menilai peran pelatih dalam pembinaan atlet tidak sebatas menyusun program latihan teknis dan fisik. 

Pelatih juga harus mampu menetapkan tujuan yang jelas, realistis, dan terukur, sekaligus membangun kepercayaan diri, baik dalam diri pelatih maupun atlet.

“Pelatih juga dituntut memiliki kemampuan menyusun goal setting yang terarah, realistis, dan terukur, sekaligus membangun self confidence, baik pada diri pelatih sendiri maupun kepada atlet yang dibinanya,” katanya.

Menurutnya, mental yang kuat dan tujuan yang jelas merupakan fondasi penting dalam mencetak prestasi olahraga. Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang profesional dan berkelanjutan.

Sudartatik berharap kegiatan tersebut memberikan bekal yang dapat langsung diterapkan para pelatih dalam menjalankan program pembinaan atlet NPCI DIY.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun sistem pembinaan NPCI DIY yang semakin profesional, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.