TRIBUNJOGJA.COM - Taman Pintar Yogyakarta berhasil mempertahankan posisi dan daya tariknya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Pelajar.
Menariknya, dengan berbagai inovasi yang dilakukan pihak pengelola, wahana yang dikunjungi para pelancong pun semakin merata dan beragam.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Pemasaran Taman Pintar Kota Yogyakarta, Nia Dianti, mengungkapkan, belakangan tren kunjungan di Taman Pintar terbilang cukup menarik.
Jika biasanya Gedung Oval selalu menjadi pusat perhatian utama, akhir-akhir ini Wahana Bahari mulai menunjukkan peningkatan minat signifikan dari wisatawan.
"Jadi, sepanjang bulan Agustus ini yang terlihat cukup tinggi (tingkat kunjungannya) justru Bahari, wahana yang naik kapal-kapalan itu," jelasnya, Minggu (23/8/26).
Dengan tarif yang sangat terjangkau sebesar Rp8.000, wisatawan dapat merasakan pengalaman Wahana Bahari mengelilingi area kapal sebanyak dua kali putaran.
Secara umum, Nia menyebut, angka kunjungan Agustus 2026 relatif masih landai, terutama untuk rombongan sekolah lantaran masih menyesuaikan dengan agenda tahun ajaran baru.
"Tapi, lonjakan kedatangan wisatawan tetap terasa, terutama saat akhir pekan dan libur panjang Hari Kemerdekaan RI 15 - 17 Agustus 2026. Kunjungan paling tinggi di tanggal 16 Agustus," katanya.
Berdasarkan data pengelola, pada 15 Agustus tercatat ada 1.673 pengunjung, kemudian melonjak drastis menjadi 2.998 pengunjung pada 16 Agustus, dan ditutup dengan 1.463 orang pada 17 Agustus.
Secara akumulatif, total kunjungan selama tiga hari libur nasional tersebut mencapai 6.134 pengunjung dengan pendapatan menyentuh Rp122,85 juta.
"Kebanyakan wisatawan yang datang ke Taman Pintar selama momen-momen libur di Bulan Agustus ini berasal dari wilayah DIY dan sekitarnya," tandas Nia.
"Harapannya nanti pengunjung peak season di akhir tahun sudah bisa kita suguhkan dengan beberapa zona baru yang bisa menarik lebih banyak wisatawan," urainya.
Guna meningkatkan daya tampung dan kenyamanan aksesibilitas, pengelola Taman Pintar tengah merampungkan pembangunan drop zone khusus bus di sisi barat Bank BPD yang ditargetkan selesai akhir Agustus 2026.
Skemanya, usai menurunkan penumpang, bus diarahkan parkir ke area eks Menara Kopi atau Purawisata, lalu disediakan fasilitas shuttle bagi wisatawan.
"Harapannya nanti bus bisa lebih nyaman. Kemarin kalau menurunkan penumpang masih di pinggir jalan, jadi kurang nyaman. Sekarang dibuatkan drop zone khusus," jelasnya. (aka)