Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.
Prasetyo mengatakan persiapan kunjungan Presiden Prabowo ke NTT saat ini tengah dilakukan.
"Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, Insyaallah ke sana," kata Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu.
Namun, Prasetyo belum dapat memberikan kepastian kapan kunjungan tersebut akan dilakukan.
"Nanti dikabari," ucapnya.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MBKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT terdampak gempa dengan mengerahkan jajaran terkait untuk menangani kondisi di lapangan.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8).
Presiden juga menginstruksikan kerja sama lintas sektor untuk memastikan penanganan pascagempa berlangsung cepat dan tepat sasaran serta meminta jajaran terkait melihat langsung kondisi di lokasi bencana.
Presiden menyampaikan simpati dan doa bagi masyarakat terdampak serta menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat.
"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujarnya.
Hingga Sabtu (22/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di bagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 150.576 orang.
BNPB juga menyampaikan gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT telah menyebabkan meninggalnya 31 orang di Manggarai, 30 orang di Manggarai Timur, sembilan orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 13 orang di Nagekeo, dan empat orang di Ngada.
Sedangkan jumlah korban gempa yang terluka menurut data BNPB sebanyak 1.298 orang, 336 orang di antaranya mengalami luka berat.
Sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan dari 104 lembaga telah dikerahkan untuk membantu penanganan dampak gempa di wilayah NTT.





