- Aksi saling melaporkan keburukan kepada bos tempat kerja diduga menjadi pemantik awal konflik mematikan yang berujung pada tewasnya satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.
Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa seorang pria dan anak balitanya, sementara sang istri mengalami luka serius.
Konflik tersebut diduga berakar dari dendam pribadi yang memuncak di lingkungan tempat pemotongan ayam tempat korban dan terduga pelaku bekerja.
Informasi mengenai hubungan kerja yang merenggang itu diungkapkan oleh tetangga korban, Bahtiar.
Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya dari pemilik usaha pemotongan ayam, perselisihan antara korban dan terduga pelaku telah berlangsung cukup lama akibat persaingan yang diduga tidak sehat.
"Dari pengakuannya bos yang punya tempat potong ayam ini, korban dan pelaku biasanya memang sering saling lapor ke bosnya," ujar Bahtiar saat ditemui TribunPalu.com pada Senin (27/7/2026).
Kebiasaan saling menyudutkan di hadapan sang bos tersebut lambat laun diduga memicu kekesalan hingga berkembang menjadi dendam pribadi.
Bahtiar menduga ada ucapan atau laporan tertentu yang membuat salah satu pihak merasa sakit hati.
"Kalau penyebab utamanya saya dengar sih masalah dendam. Tidak tahu pasti dendamnya soal apa, tapi mungkin terduga pelaku pernah mendengar perkataan yang tidak enak atau laporan yang merugikan dia," tuturnya.
Keadaan semakin rumit karena hubungan pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan ikatan kekerabatan.
Bahtiar menyebut mayoritas pekerja di tempat pemotongan ayam tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan bos atau pemilik usaha, termasuk korban dan terduga pelaku.
"Saya dengar-dengar dari cerita Haji yang merupakan bos mereka, terduga pelaku ini sebenarnya masih ada hubungan keluarga dengan korban. Karena di lokasi pemotongan ayam itu rata-rata yang kerja memang cuma keluarganya pemilik tempat," tambah Bahtiar.
Meski dugaan perselisihan di tempat kerja tersebut beredar di tengah masyarakat, kepolisian menegaskan masih mendalami seluruh kemungkinan motif.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby, menyatakan pihaknya belum dapat memverifikasi motif maupun mengonfirmasi identitas pelaku secara resmi karena proses pengejaran masih berlangsung.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka, jadi belum bisa memberikan keterangan mendalam. Video maupun foto yang beredar di media sosial saat ini statusnya masih sebatas dugaan," kata Ismailboby.
Hingga kini, Tim Satreskrim Polresta Palu masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi kunci.
Peristiwa berdarah tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni seorang ayah dan anak balitanya.
Sementara itu, sang istri yang mengalami luka serius masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu. (*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Palu
Editor: Akmal Khoirul Habib
#Palu #PaluBarat #Duyu #KasusKriminal #KasusPalu #PolrestaPalu #Dendam #KonflikKerja #Keluarga #SaksiKata