TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Pengurus Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang bakal melaksanakan salat istisqa (salat meminta hujan) dalam waktu dekat.
Hal itu usai pihaknya menerima surat Nomor 209.C/III/SE/PP-DMI/VIII/2026 perihal salat istisqa dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat yang ditandangani Ketua Umum, Jusuf Kalla.
"Kami tengah kordinasi dengan pengurus lainnya, termasuk Imam Masjid Agung KH Abdul Waris apakah akan dilaksanakan kembali. Karena kemarin sudah dilaksanakan di dalam Masjid bersama Pemerintah Kabupaten Wajo melalui imbauan MUI Wajo," ujar Ketua Pengurus Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Idris Panaungi kepada Tribun-Timur.com melalui telepon Whatsapp, Minggu (23/8/2026) sore
Untuk lokasi salat, pihaknya juga masih berkoordinasi.
"Rencana di Lapangan Merdeka, tapi kami bicarakan dulu dengan semuanya (Pengurus Masjid, Pemkab Wajo, MUI dan lainnya). Tapi kami usahakan digelar di Lapangan," katanya
"Nanti kami sampaikan perkembangan selanjutnya," sambung Idris.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Wajo, Selasa (28/7/2026), sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Salat berjamaah tersebut dihadiri Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, yang mewakili Bupati Wajo Andi Rosman.
Hadir pula unsur Forkopimda, TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Kementerian Agama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN) dan tokoh agama.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual pemerintah daerah sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak doa, istigfar, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah musim kemarau.
Mewakili Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin mengatakan ikhtiar melalui doa harus berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah dalam mengantisipasi dampak kekeringan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Wajo. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.
Ia berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu sektor pertanian, menjaga ketersediaan air bersih, dan mendukung aktivitas masyarakat agar roda perekonomian tetap berjalan.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dengan khusyuk. Khutbah disampaikan oleh Menteri Agama, Gurutta Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak taubat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
"Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga mengingatkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, menjaga alam, dan saling membantu sesama," pesannya.