Pemancing di Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia Telungkup di Semak-semak Batukaras
Kemal Setia Permana August 23, 2026 07:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Seorang pria lansia yang diduga hendak memancing ditemukan meninggal dunia di kawasan Legokpari, jalan setapak menuju Batununggul, Dusun Batukaras, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).

Pria itu diketahui bernama Undang (61), warga Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. Ia ditemukan warga sekitar pukul 12.30 WIB dalam kondisi telungkup menghadap semak-semak dan tubuhnya sudah terbujur kaku.

Kepala Desa Batukaras Hadi Somantri membenarkan adanya penemuan jenazah itu. Menurutnya, informasi awal menyebut korban merupakan warga Desa Cibenda.

"Waktu ditemukan warga, kondisi jenazah sudah kaku. Badan bagian depannya menghadap ke semak-semak," ujar Hadi dihubungi Tribun Jabar, Minggu (23/8/2026).

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga hendak menuju kawasan pantai untuk memancing. Korban juga disebut sudah biasa memancing di lokasi tersebut.

Bahkan, korban biasa menitipkan kendaraannya di sekitar rumah seorang ketua RT yang tinggal di kawasan Legokpari.

Baca juga: Polda Jabar Optimalkan Operasi Libas Lodaya 2026, Fokus Edukasi Pencegahan Kejahatan C3

"Di situ kemungkinan sudah biasa mancing. Kendaraannya juga biasa disimpan di sekitar rumah Pak RT," katanya.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Cijulang. Saat ini, pihak terkait masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk proses selanjutnya.

Ia menyebut, dari kondisi awal jenazah tidak terlihat adanya tanda-tanda kekerasan."Kalau bekas kekerasan kayaknya tidak ada," ucap Hadi.

Senada disampaikan Babinsa Desa Batukaras, Serka Agus Supriadi. Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari kepiting di sekitar lokasi.

"Waktu itu dikira tidur. Badannya dipegang-pegang, tapi tidak bergerak," kata Agus.

Menurut Agus, kondisi tubuh korban terlihat kebiruan. Namun, penyebab pasti kematian hingga kini belum diketahui. 

"Badannya biru-biru, kemungkinan punya penyakit jantung. Tapi penyebab kematiannya belum diketahui," ucapnya.

Ia menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sewaktu pemeriksaan terhadap jenazah juga tidak menemukan bekas kekerasan.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Sewaktu diotopsi juga tidak ada bekas kekerasan," ujar Agus. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.