10 Kepala Desa di Malaka Galang Bantuan untuk Korban Gempa Flores
Ryan Nong August 23, 2026 07:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana Gempa Flores terus mengalir dari Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 kepala desa tergerak hatinya untuk menghimpun dan menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi para korban yang hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.

Gerakan kemanusiaan tersebut dilakukan secara spontan dengan melibatkan kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Malaka. Mereka adalah Kepala Desa Wesey, Naas, Taaba, Besikama, Naiusu, Lamea, Umalor, Kleselon, Leunklot, serta Penjabat (Pj.) Kepala Desa Bontas.

Dalam waktu hanya sehari, para kepala desa bersama masyarakat menghimpun sejumlah kebutuhan pokok yang dinilai sangat dibutuhkan para korban bencana. Bantuan yang berhasil dikumpulkan berupa beras, mie instan, pakaian, selimut hingga popok.

Baca juga: Petakan Kerusakan, BMKG Turunkan Tim Teknis Survei Pasca Gempa Flores M7,7 15 Agustus 2026

Baca juga: Umat Stasi Bello Kota Kupang Galang Donasi untuk Korban Bencana Gempa Flores

Setelah seluruh bantuan terkumpul, para kepala desa kemudian mengantarkannya secara langsung ke Posko Gabungan Bencana Flores yang dibentuk Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka di Lapangan Umum Kota Betun, Minggu (23/8/2026). Bantuan tersebut selanjutnya diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Gerakan penggalangan bantuan kemanusiaan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Desa Wesey, Darius Bria, bersama Kepala Desa Taaba, Ida Hoar Nahak. Keduanya mengajak para kepala desa lainnya untuk turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

Kepala Desa Wesey, Darius Bria, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, bantuan yang dihimpun bersama sejumlah kepala desa tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah desa di Kabupaten Malaka terhadap sesama warga NTT yang sedang mengalami musibah.

Baca juga: Jalan di Desa Meken Detun Sikka Terbelah Akibat Gempa Flores

Menurut Darius, bantuan tersebut memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan para korban bencana. Namun, semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi hal utama dalam gerakan tersebut. Ia berharap setiap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban warga yang saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Kiranya bantuan ini dapat meringankan warga yang terdampak bencana gempa bumi yang saat ini masih menempati lokasi pengungsian,” ujar Darius.

Darius menambahkan, hingga Minggu (23/8/2026), sudah ada 10 kepala desa yang ikut memberikan bantuan. Ia berharap gerakan solidaritas tersebut tidak berhenti pada 10 kepala desa saja, tetapi dapat berkembang dengan melibatkan kepala desa lainnya di Kabupaten Malaka.

“Hari ini 10 kepala desa sudah memberikan bantuan dan tidak menutup kemungkinan kepala desa yang lain di Kabupaten Malaka juga akan tergerak hatinya untuk memberikan bantuan,” pungkasnya. (ito)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.