Warga Pekanbaru Mulai Terserang Batuk dan Pilek Akibat Asap Karhutla
Muhammad Ridho August 23, 2026 07:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Riau mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya dirasakan Winda, warga Kulim, Pekanbaru.

Winda mengaku mulai mengalami batuk dan pilek atau diduga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dirasakannya bersamaan dengan semakin parahnya asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Merasa kondisi kesehatannya terganggu, Winda kemudian memeriksakan diri ke salah satu klinik. Dari hasil pemeriksaan dokter, disebutkan terdapat gangguan pada saluran pernapasannya.

Menurut dokter, gangguan tersebut diduga dipengaruhi kondisi cuaca yang panas serta munculnya asap dalam beberapa hari terakhir. Winda kemudian diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dokter juga menyarankan Winda menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi paparan asap dan udara yang tidak sehat.

Sejak kondisi asap semakin parah, Winda mengaku tidak berani berlama-lama berada di luar rumah. Ia memilih lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk menghindari paparan asap.

"Sekarang kalau keluar rumah juga pakai masker. Kalau tidak ada keperluan penting, lebih baik di rumah," ujar Winda.

Baca juga: Kekuatan Udara Pemadaman Karhutla di Riau Berkurang, Dua Heli Water Bombing Digeser ke Kalimantan

Winda menjadi salah satu warga yang cukup rentan terdampak bencana asap karena memiliki riwayat sesak napas. Kondisi tersebut membuat dirinya harus lebih berhati-hati ketika kualitas udara mulai memburuk.

Ia berharap bencana asap akibat karhutla di Riau dapat segera berakhir sehingga masyarakat tidak terus mengalami gangguan kesehatan. Winda juga meminta warga tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Di sisi lain, Winda berharap pemerintah bersama pihak terkait segera melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla agar asap tidak semakin meluas. 

"Langkah cepat diperlukan untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan,"ujarnya.

Selain Winda, warga lainnya yang juga mulai merasakan gangguan pernapasan Muhammad Fida, ia mengaku sudah sejak seminggu terakhir mendemam dan flu berat disertai batuk.

"Sudah seminggu ini batuk, cuma mau gimana lagi, saya kerjanya di luar rumah, makanya tidak sembuh-sembuh,"ujar Muhammad Fida.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.