TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyalurkan bantuan senilai Rp4,5 miliar bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, dengan perbaikan rumah rusak menjadi salah satu prioritas utama.
Dedi meninjau langsung permukiman warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat (21/8/2026). Dana bantuan tersebut dihimpun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama sejumlah pengusaha dan lembaga di daerah.
Peninjauan dilakukan hingga malam hari untuk memetakan tingkat kerusakan bangunan sekaligus memastikan bantuan perbaikan rumah dapat disalurkan kepada warga terdampak.
Dedi mengecek sejumlah rumah yang mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga bagian penyangga bangunan yang mengalami kerusakan.
Warga dengan rumah rusak berat mendapat bantuan perbaikan sebesar Rp20 juta. Sementara rumah yang mengalami kerusakan ringan mendapat bantuan Rp5 juta.
Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, bantuan diberikan kepada 23 pemilik rumah rusak berat dengan nilai masing-masing Rp20 juta.
Selain itu, sebanyak 83 rumah rusak ringan di wilayah tersebut masing-masing mendapat bantuan Rp5 juta.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Desa Adat Sade Lombok, 250 Rumah Dilaporkan Ludes Dilalap Api
Sementara di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan kepada 20 pemilik rumah rusak berat dengan nilai masing-masing Rp20 juta.
Sebanyak 18 rumah rusak ringan di wilayah itu juga mendapat bantuan Rp5 juta untuk masing-masing rumah.
Selain memeriksa bangunan, Dedi berdialog dengan warga dan petugas di tenda pengungsian untuk mencocokkan kondisi rumah dengan data kerusakan di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan terdapat penambahan data penerima bantuan setelah dilakukan verifikasi langsung.
Menurutnya, penyaluran bantuan secara langsung dilakukan agar warga dapat segera memperbaiki rumah dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Penyaluran bantuan juga telah dikoordinasikan oleh Tim Aju BPBD Jabar bersama BPBD setempat, pemerintah daerah, serta unsur terkait.
Koordinasi tersebut mencakup pendataan kondisi wilayah, pemetaan kebutuhan prioritas masyarakat, hingga mekanisme distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Di sisi lain, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus mengalami pemutakhiran. Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang mengalami luka, dan 150.576 warga mengungsi akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Langkah Dedi menyalurkan bantuan langsung ke NTT juga mendapat tanggapan dari pengamat politik. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurniansyah, menilai aksi kemanusiaan tersebut positif, tetapi mengingatkan agar Dedi tetap memberi perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jawa Barat.
Menurut Dedi Kurniansyah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih memiliki sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, termasuk ancaman banjir tahunan dan persoalan kemiskinan.
(Tribun-Video.com/TribunJabar.id) (*)