TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan maut melibatkan dua angkutan kota (angkot) terjadi di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Dilaporkan Wartakota, dua angkot sama-sama sedang mengangkut penumpang terlibat tabrakan usai satu kendaraan diduga masuk ke jalur berlawanan.
Benturan keras itu membuat bagian depan salah satu angkot hancur.
Sopirnya, Hendra Wijaya (47), tewas setelah tubuhnya terjepit di dalam kendaraan.
Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hartono membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Hendra saat itu mengemudikan angkot bernomor polisi B 2124 VU. Ia diketahui merupakan warga Cipedak, Jagakarsa.
Sementara angkot dari arah berlawanan dikemudikan Jaelani (26), warga Gandul, Depok, dengan nomor polisi B 2572.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, angkot yang dikemudikan Hendra diduga bergerak terlalu ke kanan hingga memasuki jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Kondisi tersebut kemudian berujung tabrakan dengan angkot yang dikemudikan Jaelani.
"Bahwa benar pihak pertama menyerobot jalur pihak kedua sehingga terjadi adu banteng," kata Hartono dikutip dari Wartakota, Minggu (23/8/2026).
Hartono juga menyebut adanya dugaan kondisi medis yang dialami Hendra.
Namun, hal tersebut masih menjadi bagian dari penanganan dan pendalaman kepolisian.
"Pihak pertama diduga mengalami epilepsi karena terdapat busa di mulutnya," ujarnya.
Jaelani menjadi salah satu saksi yang melihat langsung detik-detik kecelakaan tersebut.
Ia mengatakan angkot yang dikemudikan Hendra datang dari arah Depok menuju Tanah Baru dengan kecepatan cukup tinggi.
Saat mendekati kendaraannya, angkot tersebut disebut bergerak terlalu ke kanan hingga lebih dulu menyerempet kendaraan Jaelani.
"Saya dari arah sono. Dia dari Depok Tanah Baru, langsung nganan aja. Nyerempet saya," ujar Jaelani di lokasi kejadian.
Setelah sempat terjadi serempetan, kedua kendaraan kemudian mengalami benturan lebih keras.
Menurut Jaelani, tabrakan terjadi secara frontal.
"Kencang banget," katanya.
"Iya, adu banteng. Dia ngambil terlalu kanan," sambung Jaelani.
Kerasnya benturan membuat kondisi angkot Hendra mengalami kerusakan parah di bagian depan.
Bahkan, kursi yang berada di sebelah pengemudi sampai terlepas dan bergeser ke bagian belakang kendaraan.
Hendra kemudian ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam angkot.
Petugas medis yang datang ke lokasi memastikan Hendra telah meninggal dunia.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika kedua angkot sedang membawa penumpang.
Jaelani mengatakan terdapat dua penumpang di dalam angkot yang dikemudikannya ketika kecelakaan berlangsung.
"Bawa. Udah ada penumpang saya. Dua," ujarnya.
Selain Hendra yang meninggal dunia, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
Sementara itu, petugas kepolisian melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan keterangan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kecelakaan maut tersebut.
Baca juga: TRANSFER Persija Makin Kencang: Agen Polandia Ungkap Striker Gacor Masuk Radar, Rumor Gabung Menguat
Baca juga: Iring-iringan 5 Mobil Mewah Terekam Masuk CFD Sudirman, Polisi Ungkap Lokasi dan Waktunya
Baca juga: Bakal Dipolisikan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ario Anak Mario Teguh Tolak Diberi Donasi, Ini Alasannya