Raih Gelar Pemain Terbaik, Ikbal Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola Profesional Tanpa Lupakan Pendidikan
Irwan Wahyu Kintoko August 23, 2026 10:19 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menjadi pesepakbola profesional adalah impian yang masih ingin dikejar Ikbal Khadafi.

Namun, pemain berusia 20 tahun itu menyadari satu hal, karier di lapangan hijau tidak selalu berjalan panjang.

Untuk itu, Ikbal memilih untuk tidak mempertaruhkan seluruh masa depannya hanya pada sepakbola.

Di sela aktivitasnya sebagai pemain, ia tetap menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Baca juga: Kompetisi Sepakbola Indonesia Musim Depan Dipastikan Lebih Padat, ILeague Siapkan Skema Baru

Pilihan tersebut justru membawanya pada sebuah pencapaian. 

Ikbal terpilih sebagai pemain terbaik Liga Universitas Coca-Cola 2026 atau UniLeague 2026 Regional Jakarta setelah membantu UNJ keluar sebagai juara.

UNJ tampil dominan sepanjang kompetisi dengan catatan 12 kemenangan dan dua hasil imbang tanpa kekalahan. 

Performa impresif itu ditutup dengan kemenangan telak 16-0 atas Universitas Pakuan di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Mimpi Menjadi Nyata, Ini Cerita Irfan Bachdim Bangga Dapat Jersey Legenda Sepakbola Rivaldo

Di balik pesta juara tersebut, ada kisah pemain muda yang sedang berusaha menjaga dua mimpi sekaligus, menjadi pesepakbola profesional dan memiliki masa depan melalui pendidikan.

"Alhamdulillah, saya mendapatkan penghargaan pemain terbaik di Liga Universitas 2026 Regional Jakarta," kata Ikbal.

Berposisi sebagai bek kiri, Ikbal saat ini duduk di semester tiga. 

Sepakbola bukan hal baru baginya, sebab sebelum memperkuat UNJ di UniLeague, ia sudah merasakan atmosfer kompetisi dan pembinaan pemain muda.

Baca juga: Temukan Banyak Talenta, Simon Tahamata Sebut Masalah Sepakbola Indonesia Kurang Kompetisi Usia Dini

Ikbal pernah memperkuat Perserang di Liga 3. 

Ia juga menjadi bagian dari Persija EPA U-20 pada 2025, satu angkatan dengan dua pemain yang kemudian naik ke Persija senior, Arlyansyah dan Aditya Warman.

Pengalaman tersebut membuat Ikbal memiliki gambaran tentang kerasnya persaingan untuk menjadi pesepakbola profesional. 

Pada saat yang sama, pengalaman itu pula yang membuatnya semakin sadar pentingnya pendidikan.

Baca juga: Cerita Judika Pakai Odol di Bawah Mata saat Main Sepakbola di Senayan Jakarta Pusat, Ini Sebabnya

Bagi Ikbal, sepakbola memang menjadi cita-cita. 

Namun, ia memahami bahwa karier seorang pemain memiliki batas waktu dan penuh risiko, termasuk cedera yang dapat mengubah perjalanan seorang atlet.

"Menjadi pemain sepak bola itu tidak selalu panjang, di UNJ saya bisa sambil kuliah dan tetap bermain sepak bola," ucapnya.

Ikbal memilih Pendidikan Jasmani sebagai bidang studinya. 

Baca juga: Iris de Rouw Ungkap Alasan Ingin Bela Timnas Putri Indonesia: Bukan Cuma Soal Sepakbola

Pilihan itu membuat dunia pendidikan dan sepakbola dapat berjalan beriringan dalam kehidupannya.

Cita-cita menjadi pesepakbola profesional masih berada di urutan teratas. 

Namun, jika suatu saat karier di lapangan tidak berjalan sesuai harapan, Ikbal ingin tetap memiliki bekal untuk melanjutkan hidup melalui dunia pendidikan.

"Misalnya di usia 25 tahun mengalami cedera, dengan kita kuliah, masih memiliki latar belakang pendidikan dan bisa bekerja," ucap Ikbal.

Tambahan Motivasi

Kini, penghargaan sebagai pemain terbaik UniLeague 2026 menjadi tambahan motivasi bagi Iqbal untuk terus berkembang. 

Apalagi, kompetisi tersebut juga membuka peluang bagi para pemain muda untuk dilirik klub melalui talent scouting.

Kesempatan itu tidak ingin dilewatkan Ikbal. 

Bahkan, setelah kompetisi berakhir, sudah ada tim yang menunjukkan ketertarikan kepadanya. Salah satunya Persinga Ngawi yang bermain di Liga 3.

“Kalau saya terpilih dari tim mana pun, saya mau mencoba mengambil kesempatan tersebut. Setelah ini juga sudah ada beberapa tim dari luar yang menghubungi. Salah satunya Persinga Ngawi di Liga 3,” ungkapnya.

Meski demikian, belum ada kesepakatan yang ditandatangani. 

Ikbal masih ingin mempertimbangkan kesempatan tersebut, terutama agar aktivitas sepakbola tetap bisa berjalan beriringan dengan kuliahnya.

Baginya, kesempatan bermain di level yang lebih tinggi sekaligus melanjutkan pendidikan merupakan kombinasi yang ideal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.