Beruang Ones Mania Keluar dari Belenggu, Mulai Temukan Jati Diri
Sudarma Adi August 24, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Cerita tentang beruang kembali hadir di tribun Ones Mania, suporter SMAN 1 Sidoarjo, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kali ini, beruang milik Ones Mania tidak lagi digambarkan terbelenggu rantai.

Sosok tersebut justru memasuki hutan untuk mencari jati diri melalui koreografi terbaru mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Di pertandingan tersebut, SMAN 1 Sidoarjo berhasil meraih kemenangan 26-18 atas SMAN 1
Sooko Mojokerto.

Koordinator Ones Mania, Fadhil Akbar Karunia, mengatakan bahwa koreografi kali ini
merupakan kelanjutan dari cerita yang mereka bangun melalui koreografi sebelumnya.

Pada koreografi pertama, sosok beruang digambarkan masih terikat rantai. Kini, beruang
tersebut telah terbebas dari belenggu dan memasuki hutan untuk mencari jati diri.

Baca juga: Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java: Sinlui Kawin Gelar Lagi Setelah 10 Tahun

“Awalnya enggak kepikiran kalau bakal bikin koreo cerita. Tiba-tiba ada yang bilang, ‘Kenapa
enggak bikin koreo cerita?’” ujar Fadhil.

Dari ide tersebut, Ones Mania mulai menyusun cerita baru. Beruang yang sebelumnya masih
terbelenggu kini digambarkan memasuki hutan untuk mencari pengakuan sekaligus validasi
bahwa dirinya merupakan beruang yang paling sangar.

Tema tersebut ternyata memiliki kaitan erat dengan perjalanan Ones Mania sendiri.

Menurut Fadhil, perjalanan sang beruang di dalam hutan menjadi gambaran proses Ones
Mania dalam menemukan jati diri. Mereka ingin terus berkembang sekaligus menunjukkan
karakter Ones Mania melalui kreativitas yang mereka hadirkan di tribun.

“Karena anak-anak Ones pengen upgrade. Makanya Ones mencari jati diri, menunjukkan kalau
dia yang terbaik,” jelasnya.

Koreografi berukuran 15 x 10 meter itu juga dilengkapi dengan dua tulisan di sisi kanan dan kiri.

Salah satunya bertuliskan “The Bear Has Risen” yang berarti beruang telah bangkit. Sementara
itu, sisi lainnya memuat tulisan “The King Has Fallen” atau sang raja telah tumbang.

Pesan tersebut semakin diperkuat melalui visual sang beruang yang digambarkan tengah
berhadapan dengan seekor singa. Bagi Ones Mania, singa dipilih sebagai simbol lawan.

Sebagai raja hutan, singa menjadi sosok yang harus ditaklukkan sang beruang dalam
perjalanan menemukan jati dirinya.

Dengan demikian, kebangkitan sang beruang bukan sekadar tentang menemukan identitas,
tetapi juga menggambarkan keberanian untuk menghadapi siapa pun yang berdiri di
hadapannya.

Namun, proses pembuatan koreografi tersebut tidak selalu berjalan mudah. Salah satu
tantangan terbesar justru datang dari tempat pengerjaan.

Ones Mania harus berpindah-pindah untuk mencari lokasi yang dapat digunakan membuat koreografi. Ketika menemukan tempat, kondisi permukaannya pun belum tentu mendukung.

“Ada tempat, tapi bawahnya itu tanah bebatuan,” kata Fadhil.

Keterbatasan tersebut membuat proses pengerjaan harus disesuaikan dengan kondisi yang
tersedia. Meski demikian, Ones Mania tetap berhasil menyelesaikan cerita sang beruang dan
membawanya ke tribun.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi
se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete
terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3
Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100 persen Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play,
serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.