Fakta Cewek Pengemudi Oulander Maut di Alun Alun Surabaya dalam Kondisi Mabuk Hilangkan Nyawa Pemuda
Dyan Rekohadi August 24, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakta baru terungkap dari pengemudi wanita Mitsubishi Outlander maut, ENR (32), yang menabrak pekerja event hingga tewas di depan Alun-alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Genteng, Surabaya, Minggu (23/8/2026) dini hari.

Cewek berambut pirang dan bertato tribal pada lengan kirinya itu disinyalir berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat mengemudikan kendaraan bernopol L-1049-OO.

Dugaan mengemudi dalam kondisi mabuk itu diperkuat lewat hasil pemeriksaan kadar kesadaran menggunakan alat uji tes alkohol yang dilakukan kepolisian di Markas Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya.

 

Tanpa Surat Kendaraan dan Status Hukum

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya membenarkan adanya indikasi konsumsi alkohol pada pengemudi kendaraan Oulander maut itu.

"Diduga dalam pengaruh alkohol," jelasnya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID pada Minggu (23/8/2026).

Tidak hanya mengemudi dalam kondisi tidak fit, wanita itu juga terbukti berkendara tanpa kelengkapan dokumen resmi.

"Saat kejadian tidak ada SIM dan STNK," ujar mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim itu.

Kepolisian hingga Minggu malam masih terus menginterogasi pengemudi untuk menentukan status hukum selanjutnya.

"Masih kami periksa," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Tabrak Maut Alun Alun Surabaya Renggut Nyawa Crew Event, Pengemudi Wanita Malah Adu Mulut

 

Rekaman Video Ulah Pelaku di TKP 

Petugas mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya guna penanganan medis lebih lanjut.

Suasana lokasi kejadian sempat memanas lantaran wanita pengemudi asal Gubeng itu terlibat adu mulut sengit dengan belasan warga sekitar.

Guna menghindari amuk massa yang emosi, petugas langsung mengamankan pengendara maut itu ke Mapolsek Genteng.

Berdasarkan rekaman video amatir dari akun Instagram @sorot.surabaya, bagian depan kendaraan maut itu tampak hancur ringsek.

Unggahan video itu juga memperlihatkan momen wanita berbusana you can see merah marun itu berdiri di atas pijakan pintu mobil sambil bersitegang dengan kerumunan warga.

"Korban yang ditabrak meninggal dunia," tulis akun Instagram @sorot.Surabaya saat mengunggah momen insiden itu.

 

Desakan Keluarga dan Duka Mendalam

Duka mendalam diungkapkan oleh Rachmat Candra (33), kakak kandung korban, yang meyakini penabrak adiknya dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh zat pemabuk.

"Pelaku malah marah-marah dan bilang kalau gak lihat, padahal ada truck, pickup, truck yang berjajar, saya yakin pelaku sedang tinggi," tuturnya saat dihubungi SURYA.CO.ID.

Pihak keluarga meminta kepolisian menindak tegas dan memberikan hukuman terberat atas kelalaian fatal pengemudi itu.

"Saya cuma mau kasus ini diusut tuntas, bukan cuma menghilang tanpa jejak, pelaku harus di hukum setimpal, nyawa adek saya yang sedang kerja cari nafkah harus pergi, adek saya pamit untuk bekerja tapi pulang dalam keadaan tak bernyawa," tegas Candra.

Baca juga: Jambret Bersenjata Pisau Keok Disergap Warga di Jalan Ngagel Surabaya, Lemas dan Pasrah

 

Kronologi Kejadian Bermula dari Tabrak Lari

Kakak korban, Candra membeberkan kronologi kecelakaan maut itu berawal ketika kendaraan pelaku diduga menyenggol taksi listrik online di area Taman Apsari.

Alih-alih menghentikan laju kendaraan usai benturan, mobil maut itu justru tancap gas memicu pengejaran dari massa yang geram.

Tindak tabrak lari dari pelaku ENR (32) itu pada akhirnya justru berujung pada tabrakan maut.

Pelarian berkecepatan tinggi di Jalan Gubernur Suryo itu berakhir fatal saat kendaraan mendadak oleng ke lajur kiri.

Mobil maut itu lantas menghantam keras bodi belakang truk boks yang sedang parkir untuk memuat peralatan acara.

Nahas, korban yang berada tepat di belakang truk boks langsung terhantam hingga menderita luka parah di kepala serta dada.

"Mobil awalnya tabrakan dengan Green Taxi di Taman Apsari, dikejar warga sampai di lokasi akhirnya nabrak adik saya yang sedang memasukkan alat-alat event ke pickup, pelaku malah marah-marah dan bilang kalau gak lihat," kenang Candra.

Jasad korban langsung dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani proses visum sebelum disemayamkan di rumah duka di kawasan Wonosari, kecamatan Kenjeran.

Prosesi pemakaman dilakukan pihak keluarga pada Minggu pagi di tempat pemakaman umum setempat .

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.