Kudus (ANTARA) - Pelatih tim nasional U-16 putri Indonesia Timo Scheunemann ingin fokus melatih tim nasional kelompok usia dibandingkan melatih tim nasional senior Indonesia.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut mengatakan bahwa tidak ada sama sekali keinginannya untuk melatih tim senior dan ia tetap ingin menjaga ambisinya mencari talenta-talenta muda dan mengorbitkannya.
"Enggak ada tanggapan. Saya inginnya melatih yang muda jadi gatekeeper-lah. Karena itu enggak ada yang kenal pelatih U-17," kata Timo Scheunemann dalam konferensi pers Minggu.
"Kalau U-20 masih mau sih, tapi di atas itu enggak mau. Karena saya maunya membina, menciptakan pemain. Jiwa saya dan saya sudah lakukan seperti saya sudah pernah bilang, di depan layar ataupun di belakang layar, setiap generasi ada pemain saya yang di timnas cowok, ya sekarang cewek," imbuhnya.
Timo senang dengan tugasnya kini sebagai pencari bakat, pemandu, dan mengorbitkan pemain-pemain muda yang ke depannya diharapkan masuk dalam tim nasional Indonesia.
Menurut Timo tugas tersebut harus dilakukannya sendiri karena melatih tim kelompok usia merupakan sebuah tugas yang jauh lebih menantang karena penyiapan programnya sangat berbeda dibandingkan dengan pemain senior yang sudah jadi.
"Karena kan kalau pencarian bakat itu dua hal penting: satu objektivitas, enggak 'masuk angin', sama kemampuan, gitu. Jadi enggak bisa diremehkan itu, enggak semua pelatih bisa," ujar Timo.
Timo baru saja mengantarkan timnas U-16 putri Indonesia menjadi runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026.
Di babak final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu, Garuda Pertiwi mengakui ketangguhan Thailand lewat skor tipis 0-1.





