Pascabencana, anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap memiliki semangat serta kembali merasa aman
Jakarta (ANTARA) - Personel Satuan Tugas (Satgas) SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT menggelar kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu.
Komandan Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT Kombes Pol. Hasripuddin mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memulihkan kondisi psikologis warga terdampak bencana.
"Pascabencana, anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap memiliki semangat serta kembali merasa aman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi dan motivasi," kata Hasripuddin dalam keterangannya, Minggu.
Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada tahapan evakuasi dan penyaluran bantuan fisik dasar, melainkan juga pemulihan kondisi mental korban, khususnya kelompok anak-anak di tempat pengungsian.
Rangkaian kegiatan tersebut disambut hangat oleh warga dan orang tua murid. Anak-anak pengungsi antusias mengikuti seluruh sesi pendampingan interaktif yang disajikan oleh petugas.
"Melihat anak-anak kembali tersenyum dan bersemangat menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Kami akan terus bersinergi memberikan pelayanan serta pendampingan bagi masyarakat terdampak," ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin oleh Komandan Kompi Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT AKP Roy Ronaldo Dansu.
Sebanyak 10 personel diterjunkan untuk memberikan pendampingan edukatif dan motivatif kepada para pengungsi anak.





