Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade 
Sirtupillaili August 24, 2026 01:05 AM

TRIBUNLOMBOK.COM, ​PRAYA - Bank NTB Syariah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa pasokan air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di kawasan cagar budaya Desa Adat Sade, di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

​Aksi tanggap bencana ini direalisasikan melalui koordinasi jaringan kantor operasional Bank NTB Syariah di wilayah kerja terkait, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut, guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Adat Sade. Pihaknya berkomitmen untuk mendampingi warga di masa darurat.

​"Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade," ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima Tribun Lombok, Minggu (23/8/2026). 

Baca juga: Dampak Kebakaran Desa Adat Sade: Manuskrip Leluhur-Gendang Beleq Hangus

Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian.

​Penyaluran bantuan ini kami jalankan melalui koordinasi antara Kantor Cabang Praya dan Kantor Cabang Pembantu Pujut sebagai unit kerja terdekat di wilayah operasional kami. 

"Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik," katanya. 

​Bantuan pasokan air bersih dan paket sembako tersebut difokuskan untuk pemenuhan gizi, ketersediaan sanitasi, serta konsumsi harian warga terdampak selama masa darurat. 

Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi masyarakat terdampak.

Akibat kebakaran pada Sabtu malam (22/8/2026), warga kini mengungsi dan membutuhkan bantuan semua pihak. 

Berdasarkan data  sementara, kebakaran menyebabkan 89 unit rumah adat Sasak hangus terbakar, sementara ⁠rumah di luar adat kurang lebih 30 rumah. Kemudian jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak 120 KK dengan 320 jiwa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.