Washington (ANTARA) - Dokumen Pentagon menyebutkan persediaan rudal pencegat jenis Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) telah habis selama Amerika Serikat berkonflik dengan Iran dan militer AS akan menerima rudal baru jenis tersebut pada musim semi 2027 mendatang.
Dalam dokumen yang ditelaah RIA Novosti itu, media mengutip sejumlah sumber pertahanan bahwa AS telah menghabiskan hampir 80 persen dari persediaan rudal THAAD, yang dimiliki sebelum konflik, selama melakukan operasi militer melawan Iran.
Awalnya, pengiriman satu paket berisi 39 rudal dijadwalkan diluncurkan pada Februari 2025. Namun, beberapa dokumen Pentagon yang telah dirilis memundurkan tenggat waktu tersebut menjadi pada April 2027.
Kontrak dengan kontraktor pertahanan Lockheed Martin, pembuat rudal THAAD itu, untuk paket pengiriman Lot 13 dilakukan pada Maret 2022.
Menurut data terbaru, produksi rudal pencegat memakan waktu lima tahun lebih, sementara seluruh siklus pengadaan memakan waktu 6,5 tahun. Rudal THAAD terakhir untuk militer AS telah dikirim pada Juli 2023.
Pentagon menjelaskan setelah selesainya pengiriman Lot 12, kapasitas produksi telah terisi oleh pesanan ekspor; sehingga pengiriman berikutnya dijadwalkan mundur.
Mulai tahun fiskal 2027, program THAAD akan dialihkan dari Badan Pertahanan Rudal (MDA) ke Angkatan Darat AS.
Pada saat yang sama, Pentagon akan membeli 830 rudal pencegat tambahan senilai 10,5 miliar dolar AS (sekitar Rp185,6 triliun) dan meningkatkan kapasitas produksi.
Saat ini, kapasitas produksi THAAD maksimum adalah delapan rudal per bulan atau hingga 96 rudal per tahun.
Sumber: Sputnik





