YARA Desak Proses Hukum Kasus Kekerasan Siswa di Bener Meriah
Budi Fatria August 24, 2026 10:54 AM

Laporan Bustami Wartawan TribunGayo.com | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, BENER MERIAH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Bener Meriah mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas kasus kekerasan yang melibatkan siswa tingkat SMA di wilayah setempat.

Insiden kekerasan tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh, pada Sabtu (22/8/2026), dan sempat memicu keresahan warga setelah video rekamannya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, korban masih berusia 16 tahun terlihat tersungkur di tanah, dipukul berulang kali di bagian wajah, hingga dihantam tendangan keras di kepala hingga pingsan sebelum dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk perawatan intensif.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, kepada TribunGayo.com, Senin (24/8/2026) menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak boleh menganggap enteng kasus ini.

Baca juga: Detik-detik Duel Antarsiswa di Bener Meriah, Satu Korban Masuk Rumah Sakit

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa, bukan ruang yang melahirkan rasa takut akibat tindakan kekerasan.

“Jika dalam kasus ini terbukti ada pelanggaran pidana, kasusnya harus diproses secara profesional tanpa ada upaya penutupan atau penyelesaian internal semata,” ujar Dahlan.

Dahlan menilai peristiwa ini sudah melampaui batas kenakalan remaja dan murni merupakan tindak kekerasan terhadap anak yang harus diusut secara transparan demi memberikan keadilan bagi korban serta efek jera bagi pelaku.

“Kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apa pun, tidak boleh dinormalisasi. Perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

"Informasi yang berkembang di masyarakat kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Penyelidikan dilakukan menyeluruh sesuai hukum yang berlaku, dengan tetap memprioritaskan hak serta perlindungan anak," ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto.

Karena korban masih dalam masa perawatan, pihak kepolisian lalu menjadwalkan pemeriksaan resmi terhadap korban segera setelah kondisi kesahatan yang bersangkutan dinyatakan membaik oleh tim medis.

Polres Bener Meriah juga mengimbau masyarakat luas untuk menghentikan penyebaran rekaman video maupun identitas pribadi korban demi menjaga kondisi psikologis serta perlindungan masa depan anak. (*)

Baca juga: Polres Bener Meriah Turun Tangan Usut Kasus Perkelahian Siswa SMA yang Viral di Medsos

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.