Sosok Wanita Pengendali Sabu Asal Malaysia, 1 Kurir Ditangkap di Dumai
Darwin Sijabat August 24, 2026 12:49 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jejak jaringan peredaran narkotika internasional lintas negara asal Malaysia kini mengarah pada sosok wanita misterius bernama Dewi. 

Peran sosok perempuan asal Pekanbaru tersebut terbongkar usai tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Dumai mencokok seorang kurir lapangannya, Ricky Ramadhan (29).

Ricky dibekuk petugas di area parkir sepeda motor Hotel The Zuri Dumai, Jalan Jenderal Sudirman, Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan kurir yang dikendalikan langsung oleh sosok wanita tersebut.

"Penindakan dilakukan di area parkir sepeda motor Hotel The Zuri Dumai, Jalan Jenderal Sudirman, Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau," ujar Eko dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Kendalikan Kurir Lewat Chat

Berdasarkan hasil pengakuan dan interogasi awal, tersangka Ricky mengaku pergerakannya di lapangan dikendalikan sepenuhnya oleh Dewi yang diketahui beralamat di kawasan Kubang Pasir Putih, Pekanbaru.

Siasat Dewi terungkap dari rekam komunikasi digital. 

Pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Dewi menghubungi Ricky via aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk menjemput pasokan narkoba di Dumai. 

Barang haram tersebut rencananya hendak disundul dan diantarkan menuju Kota Duri, Kabupaten Bengkalis.

Guna memuluskan aksi kurirnya, Dewi memfasilitasi operasional dengan mentransfer uang jalan sebesar Rp700 ribu ke rekening SeaBank milik Ricky.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Ricky dihubungi sosok misterius lain atas arahan jaringan Dewi untuk mengambil paket di titik lokasi penjemputan. 

Baca juga: Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Etomidate Rp7,35 M Asal Malaysia di Dumai

Baca juga: Modus Pelaku Karhutla di Jambi dan 8 Daerah: Demi Hemat Biaya Buka Kebun

Rencananya, setiba di Duri, Ricky tinggal menunggu komando dari kurir penerima berikutnya.

Kronologi Pengintaian

Pengungkapan jaringan ini bermula dari informasi intelijen masyarakat terkait maraknya penyelundupan narkotika jaringan internasional dari Malaysia melalui jalur laut via perairan Rupat, Riau, yang kerap dipasok menuju Dumai, Duri, hingga Pekanbaru.

Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Dumai kemudian menggelar operasi pengintaian (surveillance). 

Petugas mencurigai Ricky yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi BM 5878 IZ.

"Tersangka dibuntuti hingga akhirnya dihentikan dan diperiksa di area parkir Hotel The Zuri Dumai," terang Brigjen Eko.

Sita Sabu dan Etomidate Rp7,35 Miliar

Dari hasil penggeledahan tas milik Ricky, polisi mengamankan 4 bungkus barang diduga sabu serta 1 dus kecil berisi 50 cartridge yang mengandung etomidate. 

Selain itu, disita pula uang tunai sisa operasional Rp200 ribu, ponsel Oppo, dan motor Honda Beat.

Bareskrim Polri mengestimasi total nilai ekonomi dari barang bukti yang gagal diedarkan jaringan Dewi tersebut mencapai Rp7,35 miliar, serta berhasil menyelamatkan sebanyak 20.025 jiwa.

Saat ini barang bukti telah disita untuk uji laboratorium dan penyegelan. 

Penyidik Bareskrim Polri kini berfokus melakukan analisis digital forensik guna memburu keberadaan Dewi serta membongkar seluruh simpul jaringan internasional tersebut.

Baca juga: Seorang Lansia Korban Gempa NTT Wafat di Posko Pengungsian

Baca juga: Buaya Besar Muncul di Dendang Tanjabtim, Buka Mulut Seolah Kepanasan

Baca juga: Polisi Kejar Pemodal Karhutla Jambi dan 8 Daerah: Lacak Aliran Dana dan Keterlibatan Korporasi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.