TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Bantuan air bersih dari Kodim 1801/Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari.
Apresiasi disampaikan Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, karena sangat membantu masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air di tengah musim panas.
Mugiyono, mengatakan kondisi cuaca panas dengan minimnya curah hujan membuat sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.
Bahkan, beberapa sumur warga dilaporkan mulai mengering.
“Air sudah mulai berkurang debitnya, bahkan ada yang kering di sumur-sumur kita. Termasuk sumur kami juga,” ujarnya, Senin (24/8/2025).
Baca juga: Imbas Krisis Air Bersih, Warga Fakfak Terpaksa Mencuci di Sungai
Mugiyono mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dengan mendahulukan kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan ternak, dan mengurangi pemakaian untuk hal yang tidak mendesak.
“Kalau yang tidak terlalu penting, sabar-sabar dulu. Tapi untuk ternak jangan dikurangi karena mereka juga membutuhkan air,” katanya.
Pemkab Manokwari, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memetakan kebutuhan air masyarakat.
Laporan dari kepala kampung dan distrik akan menjadi dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Selain persoalan air, Mugiyono juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim panas yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Baca juga: Asap Kebakaran TPA Ganggu Warga, Kodim 1801/Manokwari Kerahkan Mobil Damkar
Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran.
Ia menegaskan kebakaran tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga dapat dipicu aktivitas manusia.
Pemkab Manokwari telah mengeluarkan surat edaran sebagai bentuk imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperhatikan penggunaan listrik untuk mencegah korsleting serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Sumur-sumur sudah mulai kering, sehingga penggunaan air harus bijak. Kita harus menjaga ketersediaan air sekaligus mencegah terjadinya kebakaran,” pungkas Mugiyono.