Depok (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat menyiapkan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di kawasan TPA Cipayung sebagai upaya menangani permasalahan sampah.

"Fasilitas tersebut nantinya digunakan untuk mengolah sampah, termasuk timbunan yang ada di TPA, dan menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF," kata Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni di Depok, Senin.

Menurut dia, strategi pihaknya ke depan di hilir akan membuat RDF Plant. Kapasitas pengolahannya sekitar 1.000 ton sampah per hari. Pembangunan RDF Plant tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha.

Selain pengolahan sampah melalui RDF Plant, Reni mengungkapkan, DLHK juga menyiapkan strategi melalui kerja sama aglomerasi dengan Kabupaten Bogor.

Langkah ini dilakukan karena Kota Depok memiliki keterbatasan lahan dan tidak memungkinkan untuk membuka TPA baru. Melalui kerja sama tersebut, pengelolaan sampah dilakukan di kawasan Kayumanis, Bogor dengan kapasitas sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 700 ton sampah per hari berasal dari Kota Depok. Reni menegaskan, berbagai strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan sampah ke TPA sekaligus memperpanjang usia layanan TPA Cipayung.

Selain pembangunan fasilitas pengolahan sampah, DLHK juga melakukan peremajaan berbagai peralatan berat yang digunakan di TPA Cipayung. Peremajaan tersebut diperlukan untuk memastikan alat dapat bekerja secara optimal dan aman dalam menangani timbunan sampah.

“Kami juga melakukan peremajaan alat berat agar pekerjaannya lebih aman dan proses pengelolaan di TPA bisa berjalan lebih cepat,” pungkasnya.