Solidaritas UNIKA Ruteng Jangkau Warga Terdampak Gempa, Tim P3K Layani 1.978 Pasien
Hilarius Ninu August 24, 2026 01:44 PM

Laporan:  ELVIS HADUN

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG- Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng terus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores melalui Posko Darurat Bencana dan Solidaritas Gempa Flores. 

Hingga lima hari pelayanan, Tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) UNIKA bersama mitra Caritas mencatat 1.978 kunjungan pasien di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai, NTT.

Tim relawan tidak menunggu masyarakat datang ke posko. Mereka bergerak langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis bagi warga yang membutuhkan.

Relawan Bergerak dari Desa ke Desa

Pelayanan dimulai pada Rabu (19/8/2026) dengan pembagian relawan ke dalam dua tim medis. Tim melibatkan dosen atau tenaga pendamping, mahasiswa Program Studi Keperawatan, dokter, serta suster dari Caritas.

 

Baca juga: Uskup Ruteng Pimpin Langsung Beri Bantuan untuk Korban Gempa Flores

 

Pada hari pertama, Tim A melayani 117 pasien di Robek, sedangkan Tim B menangani 118 pasien di Desa Nggorang.

Pelayanan berlanjut pada Kamis (20/8). Tim A menjangkau Dusun Gincu, Dusun Ojang, dan Paralando dengan 243 pasien. Sementara itu, Tim B melayani 177 pasien di Dusun Raja Bawang dan Dusun Gongger.

Pada Jumat (21/8), tim kembali memperluas jangkauan pelayanan. Tim B melayani 196 pasien di Bea Ri’i dan Kadung, sedangkan Tim A menangani 214 pasien di Bea Ri’i dan Dusun Mbawar.

Pergerakan relawan berlanjut pada Sabtu (22/8). Tim A melayani 211 pasien di Dusun Lingko Lolok dan Dusun Lengko Tong, sementara Tim B memberikan pelayanan kepada 178 pasien di Lada dan Tumbak.

Pada Minggu (23/8), Tim A melayani 167 pasien di Desa Kajong dan Dusun Wangkal, sedangkan Tim B menangani 157 pasien di Sambor.

Memasuki Senin (24/8), dua tim kembali bergerak menuju Loce untuk melanjutkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Layanan Kesehatan Ringankan Beban Warga

Mobilitas tim P3K memberikan akses pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang terdampak gempa. Kehadiran relawan membantu warga memperoleh pemeriksaan dan pertolongan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari layanan kesehatan.

Pelayanan tersebut juga memperkuat koordinasi antara UNIKA Santu Paulus Ruteng dan Caritas dalam merespons kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain membantu masyarakat, keterlibatan mahasiswa Keperawatan memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan kompetensi di tengah situasi bencana. Mereka belajar menghadapi kondisi lapangan, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan masyarakat, sekaligus mengembangkan kepekaan terhadap kebutuhan korban.

Dari Ruang Kelas ke Lokasi Bencana

Kegiatan kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga mengalami secara langsung nilai solidaritas, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama.

Rektor UNIKA Santu Paulus Ruteng mengapresiasi keterlibatan seluruh relawan, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dokter, suster, Caritas, serta pihak lain yang mendukung pelayanan tersebut.

“Dalam situasi bencana, solidaritas bukan hanya kata, tetapi harus diwujudkan dalam kehadiran dan pelayanan nyata. UNIKA ingin hadir bersama masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan pertolongan. Para relawan membawa semangat bahwa kita satu, kita kuat, dan kita bangkit bersama,” ungkap Rektor.

Bagi UNIKA Santu Paulus Ruteng, pelayanan kesehatan tersebut tidak sekadar menghitung jumlah pasien yang mendapatkan pertolongan. Setiap kunjungan menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk menghadirkan kepedulian sekaligus membantu masyarakat melewati masa sulit setelah gempa.

Solidaritas Terus Bergerak

Posko Darurat Bencana dan Solidaritas Gempa Flores UNIKA Santu Paulus Ruteng akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan mengoordinasikan pelayanan kemanusiaan bersama berbagai mitra.

Gerakan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran langsung dalam situasi bencana. 

Melalui tenaga kesehatan, mahasiswa, dosen, Tenaga Kependidikan, dan relawan, UNIKA Ruteng berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan proses pemulihan berikutnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.