Di Tengah Penolakan Pengembangan TPST di Madiun, Warga Bangunsari Sepakati Beberapa Poin Penting
Januar August 24, 2026 02:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Di tengah penolakan keras terhadap rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Punjul, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, terdapat satu hal yang menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat.

Warga disebut sepakat agar TPST yang saat ini sudah berdiri tetap dimanfaatkan.

Namun, pemanfaatan tersebut diharapkan hanya untuk mendukung pelayanan pengelolaan sampah di wilayah Bangunsari dan bukan diperluas untuk menampung sampah dari wilayah lain.

Baca juga: Tolak Pembangunan TPST 100 Ton Sampah, Ratusan Warga Bangunsari Madiun Geruduk Kantor Kelurahan

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, setelah mengikuti forum sosialisasi pengelolaan sampah yang diwarnai penolakan ratusan warga, Minggu (23/8/2026) malam.

Zahrowi mengatakan, TPST yang sudah ada merupakan aset milik pemerintah sehingga masyarakat tidak mempersoalkan keberadaannya.

"Existing TPST yang sudah terbangun itu adalah aset pemerintah. Dan tadi masyarakat juga sepakat harus dimanfaatkan, kemudian ditingkatkan untuk pelayanan pengelolaan sampah di wilayah Bangunsari pada umumnya. Mereka sepakat itu," kata Zahrowi.

Menurutnya, titik persoalan berada pada rencana pengembangan TPST yang dikhawatirkan warga akan memperbesar beban pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Karena itu, aspirasi masyarakat terkait batas pemanfaatan TPST tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah daerah.

Zahrowi memastikan pihaknya akan menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan mengenai langkah selanjutnya.

"Menampung aspirasi itu, segera kita sampaikan ke pimpinan. Petunjuknya seperti apa. Kami jelas bukan kewenangan kami kemudian memberikan iya atau tidak di sini," ujarnya.

Dia berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan jalan keluar. Menurutnya, kondisi masyarakat yang tetap kondusif perlu dijaga agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

"Karena kita juga pengin Kabupaten Madiun yang sudah bagus ini, sudah kondusif di mata pemerintah pusat juga insyaallah baik, ini harus kita jaga sampai kapan pun," pungkasnya.

Sementara itu, Zahrowi juga menanggapi keberatan warga yang menyebut tidak pernah diajak bersosialisasi terkait rencana pengembangan TPST.

Dia membantah anggapan tersebut.

Menurut Zahrowi, proses sosialisasi telah dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat. Sosialisasi, kata dia, tidak selalu dilakukan dengan mengumpulkan seluruh warga dalam satu forum.

"Kalau bilang belum ada sosialisasi sebetulnya juga tidak benar. Sosialisasi itu kan tidak mungkin mengumpulkan seluruh masyarakat. Kan berjenjang, ada tokoh masyarakat dan sebagainya," ujarnya.

Dia menjelaskan, DLH sebelumnya telah beberapa kali melakukan pertemuan melalui perangkat RT, RW, lembaga kelurahan, hingga tokoh masyarakat dan perwakilan warga.

Pertemuan tersebut, menurut Zahrowi, merupakan bagian dari tahapan sosialisasi sebelum rencana pengembangan TPST dibahas lebih luas.

"Jadi, kalau dibilang tidak ada sosialisasi itu juga tidak benar. Bukan kita meng-counter masyarakat. Cuma tahapan itu kan pasti kita jalankan," tegasnya.

Di sisi lain, Zahrowi mengakui forum pada Minggu malam berkembang di luar perkiraan. Awalnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai forum sosialisasi dan diskusi dengan masyarakat.

Namun, ratusan warga justru datang menyampaikan penolakan terhadap rencana pengembangan TPST.

"Ini di luar prediksi kami, jujur saja. Karena dari awal memang kita sepakat untuk melakukan sebuah sosialisasi dan diskusi dengan warga," katanya.

Akibat situasi tersebut, materi sosialisasi yang telah disiapkan DLH belum dapat disampaikan secara utuh.

Meski demikian, Zahrowi memastikan seluruh aspirasi warga telah dicatat dan akan segera diteruskan kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto.

"Yang pasti, kami merekam aspirasi dari warga Lingkungan Punjul, Kelurahan Bangunsari. Dan ini tentunya segera kami laporkan ke pimpinan," pungkasnya.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.