Ricuh Final Sepak Bola Antardesa di Konawe Selatan, Suporter Terobos Lapangan hingga Laga Dihentikan
Sitti Nurmalasari August 24, 2026 03:05 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Laga sepak bola di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir dengan aksi kekerasan.

Final turnamen sepak bola antardesa yang mempertemukan Desa Puosu dan Desa Horodopi di Lapangan Desa Benua, Kecamatan Benua, Minggu (23/8/2026) sore, berakhir ricuh usai sejumlah suporter nekat menerobos masuk ke area lapangan.

Jarak Desa Benua dengan Andoolo, ibu kota Kabupaten Konsel sekira 14 kilometer (km), waktu tempuh 19 menit berkendara.

Pertandingan puncak sepak bola antardesa tersebut sejak awal berjalan dalam tensi tinggi, tapi tetap dalam batas wajar.

Memasuki babak pertama, skuad Desa Horodopi tampil menekan dan unggul lebih dulu dengan skor 1-0.

Baca juga: Kabur Karena Panik Didekati Polisi, Remaja 18 Tahun Bawa Badik Ditangkap di Lorong Napabale Kendari

Meski sempat terjadi gesekan fisik antarpemain yang memicu ketegangan sesaat, laga tetap dilanjutkan.

Memasuki babak kedua, perlawanan gigih ditunjukkan para pemain Desa Puosu hingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Seorang warga setempat inisial NA, mengatakan para pemain di lapangan sejatinya bertanding secara sportif tanpa emosi berlebihan hingga babak kedua usai.

"Sebenarnya pemain dari kedua desa bermain santai dan tidak emosi. Tensi antarpemain di lapangan relatif aman dan terkendali selama babak kedua," ujar NA saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Kendati demikian, situasi berubah drastis menjelang detik-detik akhir pertandingan. 

Baca juga: Laga Sepak Bola Murid SD di Mawasangka Buton Tengah Ricuh, Polisi Turun Tangan Damaikan Warga

Kericuhan pecah bukan karena perselisihan antarpemain, melainkan akibat ulah oknum suporter yang merangsek masuk ke tengah lapangan.

Situasi kian tak terkendali ketika pemain Desa Puosu menegur aksi provokatif tersebut. 

Alih-alih mereda, teguran itu justru memancing emosi suporter hingga berujung aksi saling kejar di area pertandingan.

Aparat keamanan bersama panitia penyelenggara lantas mengambil tindakan tegas dengan menghentikan pertandingan.

Hal ini dilakukan demi menghindari jatuhnya korban serta meluasnya bentrokan antarwarga.

Panitia memastikan laga final yang terhenti pada kedudukan imbang 1-1 tersebut akan dilanjutkan kembali pada Selasa (25/8/2026) sore. 

Selain itu, panitia dan aparat penegak hukum setempat berkomitmen memperketat pengamanan guna mencegah insiden serupa pada laga penentuan nanti. 

Jarak Desa Benua dengan Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekira 76,4 km atau 2 jam 9 menit berkendara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.