Aksi Gabungan Pemuda di Manokwari Soroti Bursa Caketum KONI Papua Barat
Hans Arnold Kapisa August 24, 2026 03:12 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Bursa pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat berujung aksi demo di ruang publik.

Dalam aksi di Manokwari, Senin (24/8/2026), gabungan pemuda menyuarakan penolakan terhadap rencana Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, sebagai calon Ketua Umum (Caktum) KONI Papua Barat.

Koordinator aksi, Thomas Sanadi, menilai masih banyak figur lain yang layak memimpin KONI Papua Barat.

Ia menegaskan tidak semestinya jabatan strategis di Papua Barat didominasi oleh satu orang.

Baca juga: Aktivis Tegur Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Menjelang Pemilihan Ketua KONI Papua Barat

Menurutnya, posisi Caketum KONI Papua Barat seharusnya mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Usai menggelar aksi di Lampu Merah Sanggeng, massa melanjutkan demonstrasi ke Kantor Gubernur Papua Barat untuk kembali menyampaikan aspirasi.

Mereka meminta agar proses pemilihan Ketua KONI Papua Barat berjalan demokratis dan memberi ruang yang sama bagi seluruh kandidat.

Sikap Tim Lakotani

Sebelumnya, Tim Pemenangan Mohammad Lakotani menegaskan pencalonan Wakil Gubernur Papua Barat sekaligus Ketua Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Papua Barat itu tidak bertentangan dengan regulasi organisasi.

Ketua Tim Pemenangan, Melkias Werinussa, menjelaskan keputusan Lakotani maju telah mempertimbangkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI yang bersifat lex specialis.

Selain itu, langkah tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Gubernur Papua Barat.

Baca juga: Mohamad Lakotani Siap Tampil sebagai Caketum KONI Papua Barat 2026-2030

Menurut Melkias, pencalonan Lakotani bukan semata kepentingan pribadi, melainkan dorongan untuk membenahi KONI Papua Barat yang tengah menghadapi berbagai persoalan.

Ia menyebut pembenahan itu diharapkan menjadi legacy Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat di bidang olahraga pada akhir masa jabatan.

Melkias menambahkan, jika terpilih sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat, Lakotani berkomitmen melepas sejumlah organisasi kemasyarakatan yang saat ini dipimpinnya sesuai mekanisme masing-masing.

Lebih lanjut, ia menyebut pencalonan Lakotani juga merupakan respons atas permintaan cabang olahraga (cabor) serta KONI kabupaten/kota agar fungsi utama KONI sebagai wadah pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga dapat dikembalikan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.