SURYA.CO.ID SURABAYA - XLSMART terus memperluas layanan 5G dengan pendekatan blanket coverage hingga menjangkau 52 kota pada semester pertama 2026, didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.
Ekspansi tersebut berjalan seiring penguatan kapasitas jaringan melalui penambahan spektrum. Di sisi lain, kinerja komersial dan fundamental keuangan XLSMART juga menunjukkan penguatan seiring realisasi sinergi pascamerger.
Hingga 1H 2026, layanan 5G XLSMART telah hadir di 52 kota, termasuk Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai. Pengembangan jaringan tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G.
Cakupan populasi nasional 5G XLSMART kini mencapai 23 persen. Kontribusi trafik 5G terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan mencapai 27 persen, sementara kualitas pengalaman 5G meningkat 2,5 kali dibandingkan 4G.
Baca juga: XLSMART Perluas Jaringan 5G Blanket Coverage di Delapan Wilayah Jawa Timur
Penambahan spektrum turut memperkuat kapasitas dan cakupan jaringan XLSMART. Total portofolio spektrum mencapai 217 MHz, atau meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan gabungan spektrum sebelum merger.
Penguatan jaringan tersebut mendorong peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Performa jaringan XLSMART juga mendapat pengakuan dari Ookla® untuk sejumlah kategori, di antaranya Indonesia’s Best Mobile Network 2026, Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience.
Dari sisi komersial, XLSMART mencatat 36 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users) pada aplikasi digital myXL, AxisNet, dan mySF. Lebih dari 60 persen pendapatan mobile kini dihasilkan melalui kanal digital.
Baca juga: Karhutla Sumatra-Kalimantan Picu Ancaman Asap Lintas Negara, Pakar Soroti Tanggung Jawab RI
Seiring realisasi sinergi, struktur dan fundamental keuangan XLSMART juga semakin kuat. Total utang kotor turun menjadi Rp 20,87 triliun pada akhir Juni 2026, dengan rasio net debt to EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, sebesar 2,61x.
XLSMART tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 90 persen dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang (floating), sedangkan 10 persen memiliki suku bunga tetap.
Sementara itu, belanja modal (Capitalized Capex) tercatat sebesar Rp 10,27 triliun. Belanja tersebut digunakan untuk mendukung akselerasi integrasi jaringan dan ekspansi layanan 5G.