SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
Setibanya di Palembang, Prabowo langsung menggelar rapat bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan sejumlah pejabat terkait di VIP Bandara SMB II Palembang.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menanyakan kebutuhan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana menyampaikan, salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan helikopter untuk mendukung operasi water bombing.
Selain armada udara, Sumsel juga membutuhkan penguatan kanal dan sumber air untuk mendukung pemadaman. Kondisi tersebut menjadi penting karena sejumlah embung dan sumber air di lokasi karhutla mulai mengering.
"Yang dibutuhkan seperti tambahan helikopter untuk WB dan adanya penguatan kanal serta sumber air. Karena embung yang ada sangat kering," kata Iqbal.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyatakan akan menambah dukungan armada udara untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Sumsel.
Untuk sementara, dua helikopter tambahan akan diperkuat untuk membantu operasi pemadaman melalui water bombing.
Saat ini, Sumsel telah mendapat dukungan satu helikopter, satu unit pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) sekaligus patroli, serta lima helikopter untuk water bombing.
Namun, satu unit helikopter saat ini diperbantukan ke Kalimantan. Sementara satu unit lainnya masih dalam proses dan dijadwalkan tiba di Sumsel pada 28 Agustus 2026.
Tak hanya armada udara, Presiden Prabowo juga menyetujui penambahan alat berat untuk mempercepat penanganan karhutla.
Sekitar 20 unit ekskavator akan disiapkan untuk membantu membuka akses menuju lokasi kebakaran, membuat sekat kanal, serta mendukung proses pemadaman di kawasan yang sulit dijangkau.
Penambahan armada dan alat berat tersebut diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah dalam mengendalikan karhutla, terutama di kawasan yang mengalami kekeringan dan sulit mendapatkan sumber air.
Penanganan karhutla di Sumsel menjadi perhatian serius seiring tingginya jumlah titik panas.
Hingga 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 12.956 titik hotspot di Sumsel. Titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.
Dengan tambahan dukungan dari pemerintah pusat, penanganan karhutla di Sumsel diharapkan dapat dilakukan lebih cepat untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.