WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presenter Ruben Onsu akan berusaha berkomunikasi dengan korban DM, untuk menyelesaikan masalah mereka secara kekeluargaan atau perdamaian.
Pengacara Ruben, Machi Achmad mengatakan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan pengacara DM, untuk menempuh jalur damai.
Namun, ada sebuah nominal yang harus dibayarkan mantan suami Sarwendah itu, jika mau masalah mereka diselesaikan lewat perdamaian.
"Kalau laporan kan kerugian Rp 3,5 miliar. Tapi total keseluruhan itu kerugian Rp 4,4 Miliar," kata Machi Achmad ketika ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran baru, Jakarta Selatan pada Senin (24/8/2026).
Machi merindukan total Rp 4,4 miliar, dimana Rp 3,5 miliar merupakan uang investasi DM ke Ruben, selebihnya adalah bunga yang harus diselesaikan.
"Jadi ada bunganya yang juga harus diselesaikan Ruben," ucapnya.
Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan dan Penggelapan, Ruben Onsu Janji Selesaikan Masalahnya Melalui Cara Baik
Kabarnya, Ruben Samuel Onsu sudah mengembalikan sedikit uang investasi kepada DM. Tapi, diakui Machi nominalnya masih kecil.
"Kalau dari klien saya sudah sempat mengembalikan Rp 100 juta ya. Pokoknya sudah dari tahun ini lah masuk ke pengembalian. Kembali lagi, Mas Ruben niatnya baik kok," ucapnya.
Machi tak mau membahas ulang perkara hukum kliennya. Akan tetapi dalam kontrak kerjasama yang terjadi antara Ruben dan DM, presenter kondang itu tidak didampingi penasehat hukum.
"Cuman memang dalam proses penandatanganan kerja sama kontrak itu, (Ruben) tidak didampingi oleh orang hukum yang memadai. Jadi loss aja gitu, dan ternyata sempat ada beberapa kontrak yang miss," jelasnya.
Mengenai proses penyelesaiannya apakah dibayar tunai atau diangsur, Machi Achmad belum bisa memastikan. Hal itu hanya diketahui oleh Ruben Onsu.
"Biarkan Mas Ruben yang tahu pastinya dia akan bertanggungjawab," ujar Machi Achmad.
Ruben Onsu Disebut Krisis Finansial
Dibalik perjuangannya mendapatkan hak asuh anak hingga ditetapkan sebagai tersangka, Ruben Onsu rupanya sedang tidak baik-baik saja.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang menyampaikan bahwa kliennya sedang mengalami kesulitan usai dikhianati karyawannya sendiri.
Ruben sedang mengalami krisis finansial sejak tahun 2024, yang berawal dari pembobolan dan pencurian aset perusahaan secara besar-besaran.
"Ada satu peristiwa yang membuat perusahaan Ruben tidak berjalan dengan baik karena ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang dia percaya. Ruben dikhianati," kata Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Jumat (21/8/2026).
Minola mengatakan bahwa oknum karyawan tersebut tidak hanya mencuri data dan aset perusahaan, tetapi juga membobol kartu kredit milik mantan suami Sarwendah itu.
Akibat ulah mantan karyawannya, pria berusia 43 tahun ini mengalami kerugian yang nilainya sangat fantastis, yakni hampir mencapai Rp 100 miliar.
Baca juga: Klarifikasi Ruben Onsu Soal Status Tersangka Atas Kasus Dugaan Penipuan Senilai Rp 3,5 Miliar
"Ada pembobolan kartu kredit, kemudian pencurian aset dan data. Kalau menurut perhitungan Ruben, kerugian itu hampir mencapai 100 miliar," ucapnya.
"Karyawannya lari begitu saja meninggalkan kewajiban-kewajiban yang akhirnya harus ditanggulangi oleh Ruben," tambahnya.
Minola menyebut Ruben sudah melaporkan mantan karyawannya ke polisi. Proses hukum sedang berjalan dan pelaku sudah berada di dalam tahanan, tapi kerugian yang dialaminya tak bisa kembali.
"Kerugian besar inilah yang harus Ruben tutupi. Ketika ruginya 100 miliar, itu bukan waktu yang mudah untuk merecoverynya," ungkap Minola.
Selain itu, Minola mengatakan kalau Ruben Samuel Onsu memiliki banyak aset properti dan harta benda berharga, hasil keringatnya bekerja keras siang dan malam di layar kaca.
Namun, Ruben tidak bisa menjual atau menggunakan aset tersebut untuk melunasi utang-utangnya.
"Ini yang membuat Ruben sedih. Dia bekerja keras selama ini, ada beberapa aset yang dia beli dari keringatnya sendiri. Tapi karena peristiwa perceraian tersebut, dia tidak memiliki otoritas dan kebebasan untuk menggunakan aset-asetnya sebagai alat membayar kewajiban," jelasnya
Beban hidup Ruben Onsu semakin berlipat ganda karena ia harus menyiapkan biaya nafkah pasca-cerai yang jumlahnya tidak kecil, cicilan rumah, hingga kewajiban perusahaan.
"Kita lihat sendiri kesehariannya hidup penuh dengan kesederhanaan, tidak ada bermewah-mewah. Tapi dia tetap ingin menanggung semua hal itu sendiri," ujar Minola Sebayang.
Karena masalah finansial itu lah, Ruben Onsu kesulitan membayar hutang-hutangnya, termasuk kepada DM orang yang melaporkan Ruben ke polisi, atas kerugian Rp 3,5 Miliar.