WARTAKOTALIVE.COM, NAGEKEO — Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan duka kepada 13 ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta. Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Terpadu Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (22/8/2026).
Penyerahan santunan disaksikan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, perwakilan Direktorat PSKB Kemensos, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nagekeo, serta keluarga dan ahli waris korban.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemberian santunan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.
“Santunan kepada ahli waris yang meninggal sebesar Rp15 juta,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Gus Ipul menjelaskan, penanganan bencana dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.
Tahapan tersebut dimulai dari evakuasi korban, dilanjutkan dengan masa tanggap darurat yang mencakup penyaluran bantuan logistik, penyediaan posko pengungsian, dan dapur umum.
Setelah itu, pemerintah memasuki tahap rehabilitasi atau pemulihan pascabencana.
“Jadi kalau penanganan bencana itu diawali dengan tahap evakuasi, yang dilakukan oleh mereka yang terlatih, biasanya dari TNI, Polri atau relawan-relawan kebencanaan,” ujar Gus Ipul.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi bantuan dan perhatian yang diberikan Kemensos kepada masyarakat terdampak gempa.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Nagekeo,” kata Simplisius.
Menurut Simplisius, santunan Rp15 juta yang diberikan kepada masing-masing ahli waris menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah keluarga korban.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan yang dialami, tetapi kiranya dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk kepedulian serta kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka,” tuturnya.
Kemensos bersama pemerintah daerah selanjutnya akan terus berkoordinasi dalam menangani dampak gempa bumi di Nagekeo.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Santunan yang diterima para ahli waris diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meringankan beban setelah kehilangan anggota keluarga akibat bencana.