Prabowo Minta 3 Orang yang Diduga Pura-pura Memancing untuk Bakar Lahan di Riau Dibawa ke Jakarta
Tribun-video August 24, 2026 06:59 PM

TRIBUN-VIDEO — Presiden Prabowo Subianto meminta tiga orang yang diduga berpura-pura memancing padahal melakukan pembakaran lahan di Riau dibawa ke Jakarta untuk didalami.

Permintaan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju, Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan penanganan hukum terhadap kasus karhutla di wilayahnya.

Herry mengatakan, sejak 2025 hingga 2026, kepolisian telah menangani 94 laporan polisi dengan 106 tersangka.

Khusus sepanjang 2026, Polda Riau menangani 33 laporan dengan 36 tersangka.

Luas lahan yang terbakar dalam perkara tersebut mencapai 806,57 hektar.

Menurut Herry, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau berkaitan dengan faktor manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.

Banyak Modus: Ada Berpura-pura Memancing

Dalam paparannya, Herry mengungkap adanya modus pembakaran lahan dengan melibatkan petani atau masyarakat sekitar.

Banyak modus yang dilakukan oleh pelaku dalam melakukan pembakaran. Di antaranya berpura-pura memancing sebelum melakukan pembakaran.

"Ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran," kata Herry.

Mendengar penjelasan itu, Prabowo kemudian menanyakan apakah kepolisian telah menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan korporasi.

Herry menjelaskan, hingga saat ini, ia belum menemukan bukti yang mengarah pada korporasi.

Namun, dalam penyelidikan kasus pada 2025, polisi menemukan tiga orang yang tidak memiliki lahan di lokasi kebakaran, tetapi berada di kawasan tersebut.

"Sampai saat ini belum, Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada dua atau tiga orang," jelas Herry.

Herry mengatakan, alasan memancing itu dinilai janggal karena di lokasi tersebut tidak terdapat tempat memancing.

"Dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ," ujar Herry.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta ketiga orang itu dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman. 

"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita dalami di sini," kata Prabowo.

Presiden juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) ikut dilibatkan dalam proses pendalaman bersama kepolisian.

Saksikan LIPUTAN lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.