BPS DIY Sebut Ada Dua Kesalahan Penyebab Ketidaksesuaian Data pada DTSEN 
Muhammad Fatoni August 24, 2026 07:05 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mengungkap dua penyebab ketidaksesuaian survei Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dialami banyak warga di DIY.

Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan BPS telah berupaya melakukan verifikasi faktual terkait ketidaksesuaian data tersebut.

“Perbedaan data itu karena ada inclusion error maupun exclusion error,” kata Endang, saat jumpa pers, Senin (24/8/2026).

Inclusion error sendiri merupakan kesalahan data ketika seseorang atau kelompok yang seharusnya tidak berhak menerima bantuan sosial (bansos) justru masuk ke dalam daftar penerima.

Sedangkan exclusion error sendiri adalah kesalahan pendataan ketika warga yang sebenarnya berhak atau memenuhi syarat (seperti warga miskin) justru tidak masuk ke dalam daftar penerima bantuan atau layanan.

“Karena sistem ini yang memasukkan manusia, pasti ada kesalahan yang tentu ini ada solusinya,” jelas Endang.

Baca juga: Rekening Aktivis Dibekukan, Pakar UII Soroti Kesewenangan-wenangan Negara: Pelanggaran HAM Serius

Namun pihaknya belum menjelaskan secara gamblang mengapa dua penyebab kesalahan input data itu muncul.

Sebagai upaya perbaikan, pemerintah membuka layanan call center maupun pengaduan masyarakat melalui website cek bansos (Kemensos) atau BPS apabila mengalami ketidaksesuaian desil.

Melalui kanal aduan tersebut, masyarakat bisa melakukan verisikasi mandiri sebagai upaya perbaikan data.

“Tapi harus jujur, jadi masing-masing bisa mutahirkan secara mandiri melalui website cek bansos (Kemensos) kemudian cek di call center maupun DTSEN,” terang Endang.

Pihaknya juga mengimbau khususnya para penerima manfaat percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) yang mengalami perubahan desil, sehingga kehilangan hak menerima manfaat segera melakukan verifikasi.

“Sekali lagi bahwa bagi masyarakat yang memang betul-betul tidak sesuai, namanya sistem pasti ada kesalahan tentu ini ada solusi Insyallah ada solusi,” tuturnya.

Endang menyebut pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan Pemerintah DIY untuk mencari solusi ketidaksesuaian data DTSEN. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.