Klaas van Kruistum Bawa Bakiak Bermotor Melaju 112,74 Km/Jam, Cetak Rekor Dunia
Eko Sutriyanto August 24, 2026 07:23 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, BELANDA — Bakiak kayu yang selama berabad-abad menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Belanda kini mendapat wajah baru.

Bukan lagi sekadar alas kaki tradisional, bakiak tersebut diubah menjadi kendaraan bermotor yang mampu melaju hingga 112,74 kilometer per jam.

Kendaraan berbentuk bakiak itu dikendarai pembawa acara televisi Belanda, Klaas van Kruistum, dan berhasil mencatatkan rekor Guinness World Records sebagai bakiak bermotor tercepat di dunia.

Rekor tersebut dicetak di Bandara Internasional Breda, Bosschenhoofd, Belanda, pada 4 April 2026. 

Kecepatan tertinggi yang dicapai mencapai 112,74 km/jam atau 70,05 mil per jam.

Baca juga: Bersama BNI, Diaspora Indonesia Sukses Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda

Angka itu diperoleh dalam salah satu dari tiga kali percobaan di lintasan sepanjang 100 meter.

Dalam tiga percobaan tersebut, kendaraan mencatat kecepatan 82,51 km/jam, kemudian melonjak menjadi 112,74 km/jam dan 112,54 km/jam.

Kecepatan tertinggi itulah yang kemudian disahkan sebagai rekor dunia oleh Guinness World Records. 

Berawal dari Ide Acara Televisi

Kendaraan unik tersebut lahir dari tim produksi program televisi Klaas Kan Alles atau Klaas Can Do Everything, yang selama 11 musim menampilkan berbagai tantangan dan kendaraan tidak biasa.

Van Kruistum sebelumnya telah terlibat dalam berbagai kendaraan unik, termasuk kendaraan berbentuk gudang kebun, sepeda motor monowheel, hingga eksoskeleton berbentuk tetrapoda.

Untuk proyek kali ini, timnya ingin menciptakan kendaraan yang bukan hanya unik, tetapi juga mampu mencatatkan rekor dunia. 

Mereka kemudian menggandeng Kevin Nicks, pria Inggris yang pada 2025 mencatat rekor kendaraan gudang kebun bermotor tercepat.

Dari kerja sama tersebut lahirlah gagasan yang terdengar sederhana tetapi cukup rumit untuk diwujudkan: membuat kendaraan dengan bentuk klompen, bakiak kayu tradisional Belanda.

Struktur kendaraan menggunakan rangka gokart listrik. Di atasnya dipasang bodi berbentuk sepatu yang dibuat dari fiberglass dan poliester.

Dalam proses pembuatannya, tim juga bekerja sama dengan pembuat kendaraan hias karnaval yang membantu membentuk bodi kendaraan tersebut.

Bukan Sekadar Kendaraan Unik

Di balik bentuknya yang mengundang perhatian, proyek ini juga membawa kembali salah satu simbol budaya Belanda ke dalam konteks yang sama sekali berbeda.

Bakiak atau klompen telah digunakan di Belanda sejak berabad-abad lalu. Temuan bakiak kayu di Amsterdam bahkan diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1230.

Alas kaki tersebut dahulu digunakan terutama oleh petani, pekerja, nelayan dan kelompok pekerja lainnya karena mampu melindungi kaki dari tanah basah, lumpur dan kondisi lingkungan kerja yang berat.

Karena bentuknya yang khas, bakiak kemudian berkembang menjadi salah satu simbol yang paling mudah dikenali dari Belanda, bersama kincir angin dan bunga tulip.

Namun, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari kini jauh berkurang. Bakiak masih digunakan oleh sebagian pekerja di daerah pedesaan, sementara bagi banyak orang, benda tersebut lebih sering dipandang sebagai bagian dari warisan budaya dan cendera mata khas Belanda. 

Transformasi bakiak menjadi kendaraan berkecepatan tinggi itu karena itu menarik bukan semata-mata karena unsur kelucuannya. Proyek tersebut menunjukkan bagaimana sebuah benda tradisional dapat memperoleh kehidupan baru ketika dipertemukan dengan teknologi dan kreativitas modern.

Diuji di Tengah Angin dan Hujan

Upaya memecahkan rekor juga tidak berlangsung dalam kondisi ideal.

Saat pengujian dilakukan, angin cukup kencang dan hujan turun secara berkala di lokasi pengujian.

Untuk memastikan catatan kecepatannya dapat diverifikasi, tim menggunakan petugas pengukur kecepatan profesional dan dua sensor waktu yang ditempatkan di awal serta akhir lintasan 100 meter. Van Kruistum kemudian melakukan tiga kali percobaan dengan mengenakan perlengkapan keselamatan balap lengkap.

Pada percobaan pertama, kendaraan tersebut hanya mencapai 82,51 km/jam. Namun, pada percobaan kedua kecepatannya melonjak hingga 112,74 km/jam.

Percobaan ketiga kembali menghasilkan kecepatan tinggi, yakni 112,54 km/jam.

Catatan 112,74 km/jam akhirnya menjadi angka resmi yang mengantarkan kendaraan tersebut masuk Guinness World Records.

Bagi Van Kruistum, pencapaian itu bukan sekadar soal angka di speedometer. Ia melihat proyek tersebut sebagai contoh bahwa rasa ingin tahu dapat membawa seseorang pada pengalaman yang tidak terduga.

Pesan itu menjadi semakin relevan karena kendaraan yang digunakan untuk memecahkan rekor tersebut justru mengambil inspirasi dari benda yang selama ini identik dengan masa lalu.

Dari alas kaki petani hingga kendaraan berkecepatan lebih dari 112 km/jam, bakiak Belanda menunjukkan bahwa warisan budaya tidak selalu harus disimpan dalam bentuk aslinya. Ia juga dapat ditafsirkan ulang, dipadukan dengan teknologi, dan digunakan untuk melahirkan sesuatu yang sama sekali baru. (Guinness World Records/UPI)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.