TV Iran Tawarkan Hadiah Rp159 Miliar untuk Membunuh Barron Trump
Ansari Hasyim August 24, 2026 07:25 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Ancaman terhadap keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuat.

Kali ini, sebuah video yang disebut ditayangkan Saluran TV 3 yang berafiliasi dengan negara Iran dilaporkan menawarkan hadiah 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang membunuh putra Trump, Barron Trump.

Laporan tersebut mencuat pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah video itu diunggah ke X oleh jurnalis anti-rezim yang berbasis di London, Niyak Ghorbani.

Jerusalem Post menyebut pihaknya tidak dapat menemukan kembali video asli tersebut di platform Channel 3.

Video itu disebut tidak sekadar melontarkan ancaman. Materinya menampilkan sejumlah lokasi yang pernah dikunjungi Barron, termasuk Trump Tower dan lingkungan kampus sekolahnya.

Video tersebut juga menyoroti apa yang diklaim sebagai bagian dari sistem pengamanan Barron.

• Tak Gentar Hadapi Tekanan, Iran Sebut Sanksi Baru AS Pasti Gagal

Salah satu klaim dalam video bahkan menyebut agen Secret Service Amerika Serikat menyamar sebagai siswa di sekolah Barron untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, video tersebut mengklaim telah menemukan akun Barron di sejumlah platform, termasuk Xbox, Discord, serta gim FIFA. Video itu juga menyebut nama sejumlah orang yang diklaim sebagai teman sekelas Barron.

Di bagian akhir, video tersebut mengaitkan hadiah 10 juta dolar dengan para pemain FIFA yang disebut menentang Trump.

Ancaman itu kemudian ditutup dengan pesan langsung kepada Barron.

"Ini baru permulaan! Barron Trump, tunggu kami!" demikian bunyi pesan penutup yang dikutip dalam laporan tersebut.

Sebelumnya Melania Trump Juga Diancam

Ancaman tersebut disebut memiliki kemiripan dengan video yang sebelumnya menargetkan Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump.

Video sebelumnya dilaporkan menyerukan kepada apa yang disebut sebagai "pejuang kemerdekaan" untuk menargetkan sejumlah tempat yang biasa dikunjungi Melania di New York.

Materi tersebut juga mengklaim membocorkan informasi mengenai pola pengamanan dan lokasi yang biasa didatangi Melania.

Kemunculan video terbaru menambah ketegangan dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran, sekaligus memperlihatkan bagaimana ancaman terhadap keluarga pemimpin negara dapat digunakan sebagai bagian dari perang propaganda.

Namun, hingga laporan ini ditulis, materi mengenai ancaman terhadap Barron tersebut masih bersumber pada video yang beredar melalui media sosial dan laporan media. Jerusalem Post secara khusus menyatakan tidak berhasil menemukan video aslinya di platform Channel 3.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.