TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Keluhan mendalam dirasakan sejumlah warga Kota Padang terkait buruknya kualitas pelayanan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat.
Tak hanya air yang keruh, warga juga dibuat menjerit lantaran tarif tagihan bulanan justru melonjak tajam secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut dialami langsung oleh Nely, salah seorang warga kawasan Andalas, Kecamatan Padang Timur.
Ia mengaku kaget dan sangat kecewa saat menerima lembaran tagihan air rumahnya bulan ini.
Hal itu disampaikan Nely saat Garda Muda Merah Putih (GMMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pusat Perumda Air Minum Kota Padang, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Breaking News: Naik Pikap, Massa Aksi Demo Air Bersih Tiba di Kantor Perumda Air Minum Padang
Nely mengaku sangat kaget dan kecewa lantaran tagihan bulanan air PDAM di rumahnya justru membengkak tajam padahal pemakaian sudah dihemat.
"Kualitas airnya keruh. Padahal biasanya saya bayar cuma sekitar Rp65 ribu sebulan dan pemakaian sudah dihemat-hemat, tapi kok malah melonjak tinggi sampai Rp150 ribu," ujar Nely saat menyampaikan keluhannya.
Curhatan dan kekesalan senada yang dirasakan masyarakat ini akhirnya berbuntut pada gelombang unjuk rasa di depan Kantor Pusat Perumda Air Minum Kota Padang di Jalan H. Agus Salim, Sawahan, pada Senin sore.
Massa aksi yang mengatasnamakan GMMP menggeruduk kantor BUMD milik Pemko Padang tersebut untuk mengawal langsung jeritan warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 14.30 WIB, aparat kepolisian sudah bersiaga ketat di area kantor Perumda Air Minum Kota Padang.
Baca juga: Demo Buntut Air Kotor dan Tagihan Melonjak, Massa Minta Pemotongan hingga Pecat Direksi Inkompeten
Sekitar lima mobil kepolisian tampak terparkir di halaman kantor, sementara sejumlah personel kepolisian disebar di beberapa titik vital untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Rombongan massa aksi baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dengan menggunakan satu unit mobil pikap yang dilengkapi alat pengeras suara.
Setibanya di lokasi, para peserta aksi langsung merapatkan barisan dan menyuarakan aspirasi serta tuntutan mereka secara bergantian.
Kondisi sempat memanas ketika massa aksi melakukan aksi bakar ban di tengah jalan sebagai bentuk ketidakpuasan dan kekecewaan atas buruknya layanan air bersih.
Namun, kobaran api tidak berlangsung lama setelah petugas kepolisian dengan sigap dan cepat memadamkan api ban tersebut sehingga lalu lintas dan situasi tetap terkendali.
Dalam orasinya, massa aksi dengan tegas mendesak agar dapat bertemu langsung dengan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang untuk menyampaikan keluhan secara terbuka.
Aksi ini merupakan Aksi Jilid II yang digelar oleh GMMP setelah dinilai tidak adanya perbaikan signifikan pasca aksi penyerahan aspirasi sebelumnya.
Dalam poster selebaran aksi yang dibawa massa, tertulis narasi "Air Bersih Hak Rakyat, Bukan Kewajiban!" serta slogan "Stop Air Kotor!".
Baca juga: Dibobol 2 Kali dalam Seminggu, Pedagang Pertanyakan Keamanan Plaza Andalas Usai Brankas dan HP Raib
Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Garda Muda Merah Putih (GMMP) mendatangi Kantor Pusat Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang, Senin (24/8/2026) sore.
Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pertanggungjawaban pihak manajemen terkait buruknya pelayanan serta krisis air bersih yang dirasakan masyarakat setempat.
Peserta aksi tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan satu unit mobil pikap yang dilengkapi pengeras suara.
Massa membawa beberapa tuntutan utama yang mulai disampaikan oleh orator seperti pemotongan tagihan bulanan hingga desakan pemecatan direksi yang dinilai inkompeten.
Baca juga: Sumbar Dilanda Kabut Asap Kiriman, DLH Belum Rekomendasikan Dinas Pendidikan Liburkan Sekolah
Berdasarkan pantauan Tribunpadang.com Arif Ramanda di lokasi sejak pukul 14.30 WIB, suasana di sekitar halaman Kantor Pusat Perumda Air Minum Kota Padang sudah tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Terhitung ada sekitar lima unit mobil kepolisian terparkir berjejer di area halaman kantor BUMD tersebut.
Sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap maupun berpakaian preman juga disebar di beberapa titik strategis area kantor untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Penjagaan ketat ini dilakukan guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman dan kondusif.
Sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan peserta aksi yang mengatasnamakan diri dari Garda Muda Merah Putih (GMMP) akhirnya tiba di lokasi tujuan.
Massa bertolak dan sampai ke lokasi aksi dengan menggunakan satu unit mobil pikap bak terbuka yang difungsikan sebagai panggung orasi improvisasi.
Setibanya di depan halaman kantor, massa langsung merapatkan barisan dan membentangkan atribut aksi.
Menggunakan pengeras suara yang diangkut di atas mobil pikap, orator aksi mulai menyuarakan jeritan hati warga Kota Padang terkait suplai air minum.
Aksi unjuk rasa kali ini merupakan Aksi Jilid II yang diusung oleh GMMP di bawah seruan "Stop Air Kotor! Air Bersih Hak Rakyat, Bukan Kewajiban!".
Meski situasi sempat memanas akibat letupan emosi peserta aksi yang mengeluhkan kondisi air rumah tangga mereka, situasi secara keseluruhan masih berada dalam kendali aparat keamanan.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini
Penjagaan ketat ini dilakukan menyusul adanya informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa yang bakal digelar oleh sekelompok warga terkait permasalahan pelayanan air bersih di Kota Padang.
Diketahui bahwa Kantor Perumda Air Minum Kota Padang berada di Jalan H. Agus Salim, Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
Kantor ini berjarak sekitar 120 meter dari Rumah Sakit Umum Aisyiyah, atau berjarak 300 meter dari bioskop CGV dekat kawasan Pasar Raya Padang.
Berdasarkan pantauan langsung reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi pada pukul 14.30 WIB, suasana di area perkantoran BUMD milik Pemerintah Kota Padang tersebut tampak berbeda dari hari-hari biasanya.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Kota Padang, DLH Sumbar Klaim Udara Masih Sehat
Setidaknya terdapat lima unit mobil patroli kepolisian yang terparkir rapi di area halaman Kantor Perumda Air Minum Kota Padang.
Selain armada kendaraan dinas, puluhan personel kepolisian berseragam lengkap juga terlihat sudah siaga di berbagai titik lokasi.
Sejumlah personel kepolisian tampak menyebar di sekitar area gerbang masuk, halaman utama, hingga beberapa sudut strategis di lingkungan Kantor Perumda Air Minum Kota Padang.
Langkah pengamanan ini diambil guna mengantisipasi kedatangan massa aksi serta menjaga ketertiban di area vital fasilitas publik tersebut.
Meski pengamanan dari pihak kepolisian terlihat cukup ketat, hingga pukul 14.30 WIB belum tampak tanda-tanda kehadiran para peserta aksi unjuk rasa di lokasi.
Aparat kepolisian yang bertugas di lapangan masih terus bersiaga sambil menunggu kedatangan rombongan massa demo yang diperkirakan akan menyampaikan aspirasinya.
Sementara itu, aktivitas pelayanan publik maupun operasional pegawaian di dalam Kantor Perumda Air Minum Kota Padang terpantau masih berjalan dengan normal dan kondusif.
Para pegawai dan staf Perumda Air Minum Kota Padang tetap menjalankan tugas-tugas administratif serta pelayanan masyarakat seperti biasa tanpa gangguan berarti.
Baca juga: Pengembangan Energi Panas Bumi, Pemprov Sumbar Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM
Masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan administrasi pembayaran maupun pengaduan layanan air minum juga masih terlayani di loket pelayanan.
Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di sekitar kawasan kantor guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik.