Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah resmi mengumumkan pembukaan empat Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta baru yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Kehadiran empat SLB ini menjadi angin segar serta bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sulawesi Tengah.
Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdik Sulteng, Dr. Sintia Dewi Mateka, mengajak seluruh masyarakat dan para orang tua yang memiliki ABK untuk tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan pihak pengelola sekolah swasta. Saat ini ada empat SLB baru yang resmi dibuka," ujar Sintia Dewi saat ditemui pada Senin (24/8/2026).
Sintia menegaskan, bagi para orang tua yang selama ini masih membiarkan anaknya di rumah dan belum mendapatkan akses pendidikan maupun keterampilan, kini sudah bisa mendaftarkan diri ke sekolah-sekolah tersebut.
Baca juga: Kebakaran Lahan Terjadi di Kelurahan Leok I, Polres Buol Ingatkan Warga Waspada Karhutla
Daftar 4 SLB Baru di Sulawesi Tengah:
1 SLB Awasiya Kasih Bunda
Lokasi: Jalan Trans Peling, Desa Abason, Kabupaten Banggai Kepulauan.
2 SLB Bunda Yusni
Lokasi: BTN Kotarindau Blok C2 No. 7, Jalan Dayodafi, Desa Kotarindau, Kabupaten Sigi.
3 SLB 99
Lokasi: Jalan Trans Sulawesi, Desa Bolapapu, Kabupaten Sigi.
Catatan: Kehadiran SLB 99 di Kulawi/Bolapapu ini menjadi catatan sejarah tersendiri sebagai SLB pertama yang berdiri di wilayah Pulau Kulawi.
4 SLB Khatulistiwa
Lokasi: Jalan Haji Agus Salim No. 12, Kelurahan Bonesompe, Kabupaten Poso.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Kilongan Banggai, Polisi Sebut Pengendara Jatuh Sebelum Tabrak Angkot
Pendaftaran Gratis
Mengenai biaya, Sintia menegaskan bahwa pendaftaran di empat SLB baru tersebut tidak dipungut biaya alias GRATIS.
"Masuk SLB ini sebagian besar gratis, dan untuk empat SLB baru yang baru dibuka ini pendaftarannya gratis, tidak dikenakan biaya," tegasnya.
Adapun mengenai kebutuhan pribadi siswa seperti seragam sekolah, nantinya hal tersebut akan menyesuaikan dengan kebijakan dan ketentuan dari masing-masing sekolah.
"Kami menunggu Bapak dan Ibu sekalian untuk mendaftarkan anak-anak berkebutuhan khusus. Insya Allah mereka akan diberi pengetahuan, pengajaran, serta keterampilan oleh guru-guru yang kompeten di bidangnya," pungkas Sintia. (*)