NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Natuna memastikan diri ambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar di Jawa Timur pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
PCNU Natuna dijadwalkan mulai bertolak dari Natuna menuju Batam pada besok, Selasa (25/8/2026) siang.
Jarak udara dari Natuna ke Batam adalah sekitar 566 kilometer. Waktu tempuh perjalanan dengan pesawat terbang langsung dari Bandara Raden Sadjad Natuna ke Bandara Hang Nadim Batam memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit hingga 1 jam 45 menit.
Selanjutnya dari Batam, rombongan PCNU Natuna akan melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur bersama rombongan NU dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Dari segi lokasi, jarak Batam ke Jawa Timur mengambil titik pusat di Surabaya adalah sekitar 1.380 km hingga 1.500 km jika ditarik garis lurus (jalur udara).
Sekretaris PCNU Natuna, Erial Lismana mengatakan, sebanyak empat pengurus dipastikan mewakili PCNU Natuna dalam agenda Muktamar NU ke-35 tersebut.
"Yang pasti akan berangkat empat orang dari PCNU Natuna yang akan ikut serta dalam Muktamar NU. Kita akan berangkat dari Natuna besok siang," ujar Erial kepada TribunBatam.id, Senin (24/8/2026).
Muktamar ke-35 NU kali ini menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah proses pemilihan kepengurusan PBNU.
Ketika ditanya mengenai arah dukungan PCNU Natuna dalam pemilihan kepengurusan NU, Erial belum memberikan jawaban secara spesifik.
Menurutnya, persoalan tersebut lebih tepat disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Natuna.
"Untuk arah dukungan, yang lebih tepat menjawab ini adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Natuna," katanya.
Meski demikian, PCNU Natuna membawa harapan agar Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat organisasi dalam menjalankan khidmahnya kepada masyarakat.
Erial berharap kepemimpinan NU ke depan mampu membawa organisasi semakin solid serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.
"Harapannya agar NU semakin kuat dalam khidmah kepada umat, kemandirian organisasi, dan kontribusi bagi bangsa," ujarnya.
Ia juga berharap pemimpin NU yang terpilih nantinya mampu menjawab berbagai tantangan organisasi, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dakwah dan kaderisasi.
"Pemimpin yang terpilih nantinya mampu menghadirkan NU yang lebih solid organisasinya, kuat ekonominya, maju pendidikannya, luas dakwahnya, kuat kader mudanya, dan nyata manfaatnya bagi umat serta bangsa," pungkas Erial. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)