TRIBUNKALTENG.COM, KASONGAN - Suasana di sekitar Jembatan Banut Kalanaman, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan jadi perhatian, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang sangat dianjurkan untuk tidak ditiru! Ya, pemuda berinisial S (22), warga Desa Telangkah, tampak berada di atas rangka baja bagian atas jembatan, Senin (24/8/2026) sekira pukul 09.30 WIB.
Baca juga: Aksi Damkar Kotim Tolong Anak yang Iseng Pasang Borgol di Kaki, 10 Menit Berhasil Lepas
Mengenakan pakaian serba hitam, S berdiri di ketinggian hingga membuat warga yang melihatnya khawatir. Apalagi, posisi pemuda tersebut berada di bagian atas rangka jembatan. Situasi ini tentu berbahaya.
Warga dengan sigap berkoordinasi kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Katingan Hilir Ipda Muklisin yang hendak patroli melihat titik karhutla bersama personelnya, langsung menuju lokasi.
Setibanya di jembatan, polisi tidak serta-merta mendekati S. Petugas memilih melakukan pendekatan secara perlahan dan persuasif agar pemuda tersebut bersedia turun tanpa melakukan tindakan berbahaya.
"Jam 09.30 WIB ada orang naik jembatan. Kita kira orang tua, ternyata setelah kita cek anak-anak," ujar Muklisin saat dikonfirmasi TribunKalteng.com.
Muklisin mengatakan, dirinya kemudian mencoba berkomunikasi dengan S dan memintanya turun.
"Pak, pak, turun pak. Saya bilang, kalau ada permasalahan nanti kami bantu, tapi turun dulu ya. Turun biasa-biasa, enggak apa-apa," tuturnya.
SAH akhirnya merespons bujukan tersebut dan mulai turun dari rangka jembatan.
Namun, menurut Muklisin, situasi sempat membuatnya waswas ketika SAH berdiri di atas jembatan
.
"Dia mau, dia berdiri. Sampai saya sudah takut, takut dia lompat karena di atas jembatan itu. Berdiri, jalan dia. Saya bilang ayo pelan-pelan, saya ikuti," katanya.
Polisi terus mendampingi S hingga pemuda itu berhasil mencapai bagian yang lebih aman.
"Pas dia turun, pelan-pelan saya rangkul, saya amankan dia," ujar Muklisin.
Setelah berhasil dievakuasi, kondisi S mulai lebih tenang. Muklisin kemudian mencoba berbicara dengan pemuda tersebut.
"Saya lihat dia seperti mau nangis. Saya tanya, kenapa, Dek?" katanya.
Kepada polisi, S mengaku sedang menghadapi persoalan keluarga. Ia mengatakan tengah memiliki masalah dengan orang tuanya dan tidak berani pulang ke rumah.
"Dia bilang, saya lagi ada masalah sama orang tua saya, tapi enggak berani pulang ke rumah, enggak mau pulang ke rumah," ucap Muklisin.
Menurut keterangan S, persoalan tersebut bahkan sudah berlangsung cukup lama, sekitar satu tahun.
S diketahui masih sering berada di kampung, termasuk di sekitar Desa Banut Kalanaman yang berada di sebelah desanya. Namun, ia disebut enggan kembali ke rumah.
Melihat kondisi psikologis SAH, Muklisin kemudian mengajaknya menjauh dari lokasi jembatan.
"Saya lihat psikis dia, jadi saya bawa. Saya bilang, 'Yode, ikut aku ya.' Dia bilang, 'Iya, Pak'," tuturnya.
s kemudian dibawa ke sebuah warung di sekitar simpang jalan. Polisi memberinya air minum dan makanan agar kondisinya lebih tenang.
"Belikan air minum, habis itu makanan ringan. Terus dia agak santai," ujar Muklisin.
Pada kesempatan itu, polisi juga memberikan nasihat kepada SAH agar tidak kembali melakukan tindakan berbahaya.
"Saya tanya, apa pun masalahnya enggak boleh lagi ya naik-naik ke atas jembatan, karena ini rawan. Dia bilang, 'Iya, Pak'," ungkap Muklisin.
Setelah S lebih tenang, polisi kemudian membawanya ke Polres Katingan untuk mendapatkan pendampingan dan arahan lebih lanjut, termasuk konseling terkait kondisi mentalnya.
Muklisin juga menghubungi pihak keluarga SAH. Karena orang tua S tidak langsung berada di lokasi, polisi berkomunikasi melalui tetangga dan meminta keluarga datang ke Polres Katingan.
"Setelah itu saya hubungi keluarganya lewat tetangganya. Saya suruh orang tuanya ke Polres, supaya bisa dipertemukan di Polres," jelasnya.
Muklisin memastikan S berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Ia menyebut aksi tersebut berlangsung spontan dan pihak kepolisian tidak membuat laporan khusus terkait kejadian tersebut.
"Spontan saja, jadi saya enggak ada bikin laporan," ujarnya.
Setelah mendapatkan pendampingan di Polres Katingan, S kemudian dijemput oleh pihak keluarganya dan diarahkan untuk kembali ke rumah.
Polisi mengingatkan agar persoalan keluarga yang dihadapi SAH dapat diselesaikan dengan komunikasi dan pendampingan.
(Tribunkalteng.com/Supriandi)